Senin, 10 Desember 2018

Amerika Tangkap Intel Cina, Ekstradisi dari Belgia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mata-Mata. Hightail.com/Luke Bott

    Ilustrasi Mata-Mata. Hightail.com/Luke Bott

    TEMPO.CO, Washington – Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengatakan telah menangkap dan mengenakan tuduhan resmi kepada seorang petugas intel asal Cina, yang bekerja untuk kementerian Keamanan Negara.

    Baca:

     

    Mata-mata ini dituding melakukan kegiatan espionase ekonomi dan mencoba mencuri rahasia perdagangan dari sejumlah perusahaan luar angkasa dan penerbangan AS.

    Agen asal Cina yang bernama Xu Yanjung ditahan pada April 2018 di Belgia setelah Biro Penyelidik Federal atau FBI melakukan penyelidikan. FBI lalu mengekstradisinya ke AS pada Selasa lalu.

    “Dia dipikat untuk datang ke Belgia oleh agen asal AS,” begitu dilansir Reuters mengutip Washington Post pada Rabu, 10 Oktober 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    FBI menyebut ini sebagai ekstradisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tuduhan resmi yang dikeluarkan juga menunjukkan adanya pengawasan langsung pemerintah Cina dalam kegiatan espionase ekonomi terhadap AS.

    Kasus hukum yang melibatkan agen intelijen ini muncul seiring meningkatnya tekanan Washington terhadap Beijing mengenai kebijakan perdagangannya. AS menuding Cina melakukan pencurian hak kekayaan intelektual, yang dibantah Beijing.

    Ahli keamanan siber mengatakan penangkapan ini merupakan tanda meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara. Ini menunjukkan meningkatnya kegiatan espionase Beijing untuk meraih keuntungan bisnis.

    Baca:

     

    “Cina aktif terlibat dalam upaya terarah dan terus menerus terhadap berbagai sektor ekonomi termasuk biotech, defense, pertambangan, farmasi, layanan profesional, dan transportasi,” kata Dmitri Alperovitch, kepala Teknologi CrowStrike.

    Menurut pernyataan dari kementerian Keamanan AS, Xu, yang merupakan deputi direktur untuk Keamanan Negara di Provinsi Jiangsu mengincar sejumlah perusahaan antariksa termasuk GE Aviation, yang merupakan anak perusahaan General Electric Co.

    Ilustrasi Satelit 'Melahirkan' Satelit.Daily Mail

    Perusahaan lain yang menjadi target pencurian teknologi adalah sebuah perusahaan antariksa terbesar dunia. Perusahaan ini juga bergerak di bidang manufaktur pesawat jet komersial, luar angkasa dan sistem keamanan. Sedangkan perusahaan ketiga adalah pemimpin di bidang manufaktur teknologi drone.

    Baca:

     

    Perusahaan GE Aviation telah menyuplai mesin untuk pesawat besar buatan Boeing, dan Airbus. Saat ini, perusahaan sedang bekerja membuat mesin baru untuk pesawat komersial dan helikopter angkut berat.

    Menurut dakwaan dari kementerian Kehakiman, Xu mengincar sejumlah perusahaan penerbangan sejak Desember 2013. Dia juga mencoba menjalin kontak dengan para ahli yang bekerja untuk perusahaan dan merekrut mereka untuk datang ke Cina. Awalnya, para ahli ini diajak datang untuk memberikan presentasi di universitas dan membayari ongkos dan uang jalan.

    “Ekstradisi yang belum pernah terjadi terhadap petugas intel Cina ini mengekspos peran pemerintah Cina dalam melakukan espionase ekonomi terhadap AS,” kata Bill Priestap, asisten direktur Kontraintelijen FBI, seperti dikutip dalam isi dakwaan tadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.