Rabu, 19 Desember 2018

Kecelakaan Bus di Kenya, 50 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim evakuasi membawa jenazah George Saitoti yang menjadi korban kecelakaan helikopter di wilayah Kibiko, Kenya, (6/7). REUTERS/Thomas Mukoya

    Tim evakuasi membawa jenazah George Saitoti yang menjadi korban kecelakaan helikopter di wilayah Kibiko, Kenya, (6/7). REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan bus di Kenya Rabu subuh, 10 Oktober 2018 waktu setempat, mengakibatkan sedikitnya 50 orang tewas. Sejumlah saksi mata dan polisi mengatakan, bus tersebut berbelok dari jalan raya dan masuk ke selokan. Selanjutnya terguling di Kota Kericho.

    Baca: Bus Vs Kereta, 12 Orang Tewas di Kenya  

    Kecelakaan bus di Kenya. [Al Jazeera]

    Menurut polisi, bus sedang dalam perjalanan dari Nairobi menuju sebelah barat Kota Kakamega membawa 52 penumpang.

    Keterangan yang diperoleh Al Jazeera dari Palang Merah Kenya melalui Twitter menyebutkan, bus terguling. Namun tidak ada informasi detail mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

    Data statistik resmi pemerintah mengatakan, sekitar 3.000 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Kenya. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan jumlahnya lebih tinggi yakni mencapai 12 ribu orang.

    Baca: Siapa Saja Korban Tewas Bom di Mal Kenya?

    Kecelakaan bus di Kenya. [Guardian]

    Pada Desember 2017, 36 orang tewas menyusul tabrakan antara sebuah bus dengan truk di Kenya. Sebelumnya pada 2016, lebih dari 40 orang tewas ketika sebuah tanki terguling dan meledak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.