Minggu, 16 Desember 2018

Mie Goreng Warnai Resepsi Diplomatik HUT RI di Lebanon

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KBRI Beirut di Lebanon, menyelenggarakan resepsi diplomatik yang dihadiri oleh pejabat tinggi Lebanon. Sumber: KBRI Beirut, Lebanon.

    KBRI Beirut di Lebanon, menyelenggarakan resepsi diplomatik yang dihadiri oleh pejabat tinggi Lebanon. Sumber: KBRI Beirut, Lebanon.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Indonesia di Beirut, Lebanon, menyelenggarakan resepsi diplomatik HUT RI ke 73 di Hotel Phoenicia, Beirut, Lebanon, Jumat, 5 Oktober 2018 waktu setempat. Alunan irama kulintang dan alat musik tradisional Indonesia lainnya serta sajian masakan khas Indonesia, membuat suasana serba Indonesia sangat terasa. 

    Resepsi diplomatik HUT RI ke 73 diselenggarakan pada Oktober karena Agustus merupakan musim liburan panas di Lebanon. Dengan resepsi yang diundur pelaksanaannya menjadi Oktober, diharapkan semakin banyak tamu undang yang hadir dan mengenal Indonesia.

    Baca: Setahun di Lebanon, KRI Usman Harun-359 Pulang Kampung 

    Menurut Duta Besar RI untuk Lebanon, Achmad Chozin Chumaidy, hubungan bilateral Indonesia-Lebanon telah berjalan baik. Lebanon memberikan dukungan terhadap Indonesia untuk menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020. Lebanon juga merupakan salah satu negara tempat Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian TNI UNIFIL di bawah bendera PBB. 

    “Perdamaian dan kemerdekaan itulah yang menjadi sikap Indonesia dalam memberikan dukungan terhadap Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan Israel”, kata Chozin.

    Baca: WNI di Lebanon Berikan Daging Kurban ke Pengungsi Palestina

    KBRI Beirut di Lebanon, menyelenggarakan resepsi diplomatik yang dihadiri oleh pejabat tinggi Lebanon. Sumber: KBRI Beirut, Lebanon.

                                                                                                                                                       

    Resepsi diplomatic HUT RI ke 73 dihadiri oleh Menteri Pertahanan Lebanon - Yaacoub Sharraf, Anggota Parlemen Lebanon - Mohammad al-Hajjar, Ulama Syeikh Mahmud Khatib, dan pendeta Gabrielle Tabet. Hadir pula pimpinan tertinggi UNIFIL - Gen Stevano Del Col, para anggota Parlemen Lebanon, para Duta Besar, pimpinan universitas, kalangan diplomatik, pengusaha, dan dari kalangan lainnya. 

    Dalam resepsi tersebut, dilakukan demo memasak Mie goreng oleh juru masak Wisma Duta Besar. Ada pula pameran foto kegiatan KBRI dan tujuan wisata, serta promosi produk Indonesia.                          

    Hubungan bilateral Indonesia - Lebanon dimulai dengan diumumkannya pengakuan de-jure atas negara Republik Indonesia oleh Presiden Lebanon, Bechara El-Khoury pada 29 Juli 1947. Sementara itu, hubungan diplomatik kedua negara telah dirintis sejak tahun 50-an dengan mengakreditasikan Duta Besar Rl di Kairo untuk merangkap Duta Besar Lebanon. Sejak 1996, Indonesia secara resmi membuka Kedutaan Besar di Beirut, Lebanon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".