5 Kecanggihan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dan radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. topwar.ru

    Radar dan software S-400 Triumph telah disempurnakan sehingga dapat menghancurkan 36 target secara bersamaan. Radar panorama 91N6E dapat mendeteksi target sejauh 600 km dan radar 92N6 merupakan radar multi fungsi yang mampu mendeteksi 100 target dengan jangkauan 400 km. topwar.ru

    TEMPO.CO, New Delhi – Pemerintah India menambah panjang daftar negara yang berminat membeli sistem senjata anti-serangan udara S-400 Triumf buatan Rusia. Kesepakatan jual beli ini diteken Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Jumat, 5 Oktober 2018 seperti dilansir NDTV.

    Baca: India Beli Rudal S-400 Canggih Rusia, Amerika Beri Sanksi?

    Sebelum ini, Cina, Turki, dan Iran juga telah menyatakan minat dan mulai memesan rudal canggih, yang diklaim mampu mengenai target udara apapun baik rudal sampai jet tempur siluman  hingga jarak sekitar 400 kilometer.

    “NATO menyebut rudal ini dengan nama SA-21 Growler dan dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau dari Rusia,” begitu dilansir situs Army Technology.

    Baca:

    Berpelukan, Modi dan Putin Sepakati Jual Beli Rudal S-400

    Berikut ini 5 poin mengenai sistem rudal anti-serangan udara canggih ini:

    1. Upgrade

    Sistem rudal S-400 Triumf merupakan versi lanjutan dari S-300, yang juga merupakan sistem pertahanan udara rudal dari darat ke udara. Sistem rudal canggih ini mulai beroperasi pada April 2007 dan mulai digunakan dalam pertempuran pada Agustus 2007.

    Militer Rusia memasang sistem S-400 Triumf ini untuk membentengi wilayah udara di ibu kota Moskow, kawasan Kaliningrad di Baltik, dan Distrik Militer Timur. Rusia juga memasang S-400 ini diberbagai wilayah sehingga pada 2020 ada 56 batalion S-400 tersebar.

    2. Fitur

    S-400 Triumf memiliki sistem radar multifungsi terintegrasi, sistem deteksi dan target otonom, sistem anti-pesawat terbang, peluncur dan pusat komando. Sistem ini mampu menembakkan 3 jenis rudal untuk menciptakan lapisan pertahanan udara. Rudal ini mampu mengenai target udara berupa jet tempur, drone, hingga rudal dengan ketinggian maksimal 30 kilometer dan jarak maksimal 400 kilometer. Sistem S-400 ini dianggap lebih canggih dua kali lipat dibanding pendulunya dan bisa dipasang untuk Angkatan Darat, Laut, dan Udara.

    PM India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terlihat berpelukan di sela-sela pertemuan puncak kedua negara di Delhi, India, pada Jumat, 5 Oktober 2018. Moskow Times/Kremlin.ru

    Baca:

    3. 4 Jenis Rudal

    Sistem anti-serangan udara S-400 Triumf memiliki empat jenis rudal dengan jangkauan berbeda. Rudal 48N6DM, misalnya, mampu mengejar target hingga jarak 250 kilometer. Sedangkan rudal 40N6 memiliki jangkauan hingga 400 kilometer dan dilengkapi dengan radar aktif untuk mengendus target dari jarak jauh. Rudal ini mampu mengatasi target yang memiliki kemampuan jamming sinyal radio seprti Awacs, J-stars, EA-68.

    4. Pusat Komando

    Sistem anti-serangan udara ini dilengkapi dengan sistem kontrol dan komando mobile. Operator dilengkapi dengan konsol berlayar LCD untuk memantau data hasil pengintaian udara dari tiap peluncur. Operator bisa mengikuti munculnya pesawat musuh dan rudal serta mengkoordinasikan cara mencegat dan menghancurkannya.

    Sistem S-400 Triumf ini memiliki konektivitas sistem dengan sistem antiserangan udara lain seperti SA-12 dan SA-23 dan S-300. Radar yang ada mampu melacak target hingga jarak 600 kilometer dan mensimulasikan penyerangan terhadap 300 target.

    Baca:

    5. Kendaraan Peluncur

    Rudal S-400 Triumf ini bisa dibawa dan dipindahkan serta dioperasikan untuk menyerang target ke berbagai lokasi karena terpasang pada mobil truk traktor. Kendaraan ini disebut Transporter Erector Launcher. Setiap kendaraan mampu mengangkut empat tabung peluncur yang memiliki berbagai jenis rudal buatan Rusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.