India Beli Rudal S-400 Canggih Rusia, Amerika Beri Sanksi?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40 km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS

    Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40 km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS

    TEMPO.CO, New Delhi – Pemerintah Amerika Serikat mengatakan tujuan penerapan sanksi terhadap Rusia tidak bermaksud untuk menimbulkan kerusakan kepada kemampuan militer negara sekutu atau mitra.

    Baca:

     

    Media asal India seperti NDTV dan Times of India melansir pernyataan dari Kedutaan Besar AS di Delhi ini keluar pasca penandatanganan kesepakatan jual beli sistem rudal anti-serangan udara Rusia yaitu S-400 Triumf, yang dibeli India.

    Kesepakatan jual beli ini terjadi pada pertemuan puncak Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di New Delhi pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca:

     
     

    Juru bicara Kedubes AS di Delhi dilaporkan juga mengatakan,”Pengecualian penerapan UU CAATSA dilakukan berdasarkan basis per transaksi. Kami tidak bisa mendului membuat keputusan sanksi.”

    UU CAATSA atau Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act dibuat pada 2016 dan memberikan kewenangan kepada pemerintah AS dalam mengenakan sanksi kepada negara-negara yang menjalin kerja sama pertahanan dengan Rusia, Iran dan Korea Utara.

    Pihak kedubes AS juga disebut mengatakan implementasi CAATSA ditujukan untuk menimbulkan biaya kepada Rusia atas perilaku jahat termasuk menghentikan aliran dana ke sektor pertahanannya.

    Baca:

     

    “Otoritas pengecualian (dari pemberian sanksi) itu tidak bersifat menyeluruh melainkan spesifik per transaksi. Ada kriteria yang ketat untuk memberikan pengecualian,” kata juru bicara kedutaan AS.

    Seperti diberitakan sebelumnya, PM India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani kesepakatan jual beli sistem rudal anti-serangan udara canggih S-400 Triumf.

    Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri India, Narendra Modi (kanan) saat keduanya bertemu di New Delhi pada Kamis malam, 4 Oktober 2018 waktu setempat, untuk kerja sama 20 bidang. Indian Express

    India bakal mulai mendapatkan pengiriman lima skuadron S-400 Triumf per Oktober 2020 dengan nilai transaksi disebut mencapai sekitar US$5.4 miliar atau sekitar Rp82 triliun.

    Baca:

     

    Selain India, beberapa negara lain juga membeli sistem pertahanan rudal anti-serangan udara S-400 seperti Cina dan Turki, yang merupakan anggota NATO.

    Baru-baru ini, militer Cina terkena sanksi finansial karena membeli sejumlah senjata canggih dari Rusia. Turki mendapat peringatan serupa seperti India namun tetap melanjutkan rencana pembeliannya. Negara lain yang juga membeli S-400 Triumf selain India adalah Iran, yang kerap bersitegang dengan AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.