Jumat, 14 Desember 2018

Berpelukan, Modi dan Putin Sepakati Jual Beli Rudal S-400

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terlihat berpelukan di sela-sela pertemuan puncak kedua negara di Delhi, India, pada Jumat, 5 Oktober 2018. Moskow Times/Kremlin.ru

    PM India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terlihat berpelukan di sela-sela pertemuan puncak kedua negara di Delhi, India, pada Jumat, 5 Oktober 2018. Moskow Times/Kremlin.ru

    TEMPO.CO, New Delhi – Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani kesepakatan jual – beli sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 Triumf pada Jumat, 5 Oktober 2018. Nilainya mencapai sekitar US$5.4 miliar atau sekitar Rp82 triliun.

    Baca: 

    Modi dan Putin Bertemu, Bahas Rudal S-400 Senilai Rp 76 Triliun

    “Pengiriman lima skuadron canggih S-400 Triumf bakal dimulai pada Oktober 2020,” begitu dilansir media asal Rusia, Sputnik News, dengan mengutip penjelasan dari juru bicara Kremlin, Dmitriy Peskov, dan Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, pada Jumat, 5 Oktober 2018 di Delhi, India.

    Peskov mengatakan,”Kesepakatan itu ditanda-tangani di sela-sela pertemuan puncak kedua pemimpin.” Putin tiba di Delhi, India pada Kamis untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari. Putin didampingi Deputi PM Yuri Borisov, dan Menteri Luar Negeri, Sergey Lavrov.

    Baca:

    S-400 Triumf merupakan sistem pertahanan anti-serangan udara yang mampu menghancurkan berbagai jenis pesawat tempur hingga jarak 400 kilometer. Cina, yang kerap bersitegang dengan India, telah membeli sistem S-400 Triumf ini lebih dulu. India berencana memasang S-400 ini untuk menjaga perbatasan udara dengan Cina sepanjang sekitar 4000 kilometer.

    Media asal India, NDTV, melansir kedua negara sengaja menandantangani kesepakatan ini dengan tidak menonjolkannya. Ini karena adanya ancaman sanksi dari Amerika Serikat bagi negara-negara yang membeli sistem persenjataan canggih dari Rusia.

    Baca:

    Dalam pernyataannya usai pertemuan dengan Putin, Modi mengatakan,”Dalam dunia yang cepat berubah, hubungan kedua negara tumbuh dengan cepat dari titik kekuatan ke titik kekuatan berikutnya.”

    Sistem prtahanan udara S-400 Triumph menggunakan radar yang dapat mendeteksi sasaran sejauh 600 km dan dilengkapi empat macam rudal yang berbeda jangkauannya, yaitu rudal 40N6 dengan jangkauan 400 km, rudal 48N6 dengan jangkauan 250 km, rudal 9M96E dan 9M96E2 dengan jangkauan 40 km dan 120 km. Vitaliy Nevar/TASS

    Sedangkan Putin mengatakan,”Kami bersepakat meningkatkan kerja sama dengan India dalam memerangi ancaman terorisme dan penyelundupan obat-obatan terlarang.”

    Delhi tetap melanjutkan pembelian ini meskipun ada keberatan dari AS. “Karena pemerintah telah sepakat membeli sistem ini, pengirimannya akan dilakukan dalam 24 bulan,” kata BS Dhanoa, Kepala Staf Angkatan Udara India.

    Baca:

    Sebelumnya, Menteri Pertahanan India, Nirmala Sitharaman, mengatakan Delhi dan Moskow telah bersepakat pada tahapan pembicaraan final untuk pembelian S-400 Triumf.

    Pemerintah AS sempat mengatakan akan menggunakan UU CAATSA, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah AS, untuk menjatuhkan sanksi kepada negara yang melakukan transaksi dengan perusahaan Rusia yang terkena sanksi seperti Rosoboronexport. Rosoboronexport merupakan perusahaan pelat merah Rusia yang fokus melakukan berbagai ekspor senjata produksi negara itu.

    Soal adanya kemungkinan sanksi AS ini, pemerintah India sebelumnya menyatakan tetap akan melanjutkan rencana pembelian S-400 Triumf dari Rusia. Menhan India Nirmala menyebut UU CAATSA sebagai undang-undang buatan AS dan bukannya UU yang dibuat Perserikatan Bangsa-Bangsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....