Minggu, 21 Oktober 2018

Kapal AS Diusir di Laut Cina Selatan, Mike Pence Peringatkan Cina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden AS Mike Pence menyampaikan pidato di Asosiasi Pengacara Nasional Republik (RNLA) di Washington, AS, 24 Agustus 2018. [REUTERS / Chris Wattie]

    Wakil Presiden AS Mike Pence menyampaikan pidato di Asosiasi Pengacara Nasional Republik (RNLA) di Washington, AS, 24 Agustus 2018. [REUTERS / Chris Wattie]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, mengecam kebijakan Cina di seluruh dunia, dan akan memberi Cina peringatan keras bahwa Amerika Serikat tidak akan mundur dari intimidasi Cina di Laut Cina Selatan.

    Pence mengecam kapal angkatan laut Cina yang datang dari jarak 45 meter dari USS Decatur yang sedang patroli di Laut Cina Selatan, dan memaksa kapal AS tersebut melakukan manuver dengan cepat untuk menghindari tabrakan pada 30 September lalu.

    Baca: Kapal Perang Cina Dinilai Agresif, Australia Bereaksi

    "Meskipun pelecehan nekat seperti itu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan terus lanjut bermanuver, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan dan kepentingan nasional kami menuntut. Kami tidak akan terintimidasi. Kami tidak akan mundur," kata Pence, dilaporkan Reuters, 5 Oktober 2018.

    Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    Operasi itu adalah upaya terbaru untuk melawan apa yang dilihat Washington sebagai upaya Beijing untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis, di mana Cina, Jepang, dan beberapa angkatan laut Asia Tenggara beroperasi.

    Kementerian Pertahanan Cina mengatakan sebuah kapal angkatan laut Cina telah dikirim untuk memperingatkan kapal AS agar pergi dan bahwa Beijing memiliki kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau Laut Cina Selatan dan perairan di sekitar mereka.

    Baca: Beijing Marah, Kapal Perang Inggris Berlayar ke Laut Cina Selatan

    Mike Pence juga menuduh Partai Komunis Cina membujuk tiga negara Amerika Latin untuk memutuskan hubungan dengan Taiwan dan mengakui Cina.

    "Tindakan-tindakan ini mengancam stabilitas Selat Taiwan dan Amerika Serikat mengutuknya. Dan sementara pemerintah kami akan terus menghormati Kebijakan Satu Cina kami, sebagaimana tercermin dalam tiga komunike bersama dan Undang-Undang Hubungan Taiwan, saya juga katakan bahwa pelibatan demokrasi Taiwan menunjukkan jalan yang lebih baik bagi semua orang Cina," kata Pence.

    Kapal Perang AS USS Decatur [Public.Navy.mil]

    Sementara pidato Pence di Hudson Institute Washington menandai pendekatan AS yang tajam terhadap Cina melampaui perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

    Pence mengatakan Cina sedang melakukan upaya canggih untuk mempengaruhi pemilihan terhadap Partai Republik sebagai pembalasan atas kebijakan perdagangan Trump. Dia bersumpah untuk terus mengekspos pengaruh dan gangguan Cina.

    Mike Pence mengatakan Beijing, sedang gencar mempengaruhi, tidak hanya untuk pemilihan kongres tetapi juga untuk pencalonan Donald Trump untuk pemilihan presiden 2020. Cina telah memobilisasi aktor terselubung dan propaganda untuk menggeser persepsi Amerika tentang kebijakan Cina dan menargetkan tarif untuk melukai negara di mana Trump memiliki dukungan kuat.

    "China menginginkan presiden Amerika yang berbeda," kata Pence.

    Baca: Cina Hadang 2 Kapal Perang Amerika Serikat di Laut Cina Selatan

    Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan Mike Pence dalam pidatonya telah membuat tuduhan tidak beralasan dan memfitnah dengan mengklaim bahwa Cina ikut campur dalam urusan internal dan pemilihan Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.