RI Terima Bantuan Asing, Berikut Negara yang Bantu Korban Gempa

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Oktober 2018. Ratanya kelurahan Balora membuat banyaknya korban jiwa yang tertimbun, rumah yang rata dengan tanah dan barang berharga milik warga yang hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 4 Oktober 2018. Ratanya kelurahan Balora membuat banyaknya korban jiwa yang tertimbun, rumah yang rata dengan tanah dan barang berharga milik warga yang hilang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Australia

    Para pengungsi korban gempa tsunami tidur di depan tendanya di taman GOR, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 4 Oktober 2018. Tak hanya toilet bersih, para pengungsi juga masih membutuhkan tenda dan alas tidur yang layak. ANTARA

    Australia akan menyediakan paket bantuan kemanusiaan tambahan senilai AUS$ 5 juta atau sekitar Rp 54 miliar untuk membantu Pemerintah Indonesia dan mitra-mitra kemanusiaan dalam menanggapi musibah gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

    Hal ini menyusul pengumuman bantuan awal Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebesar AUS$ 500.000 atau Rp 5,4 miliar kepada Palang Merah Indonesia untuk makanan dan peralatan bantuan penting seperti selimut dan terpal, seperti dilapokan kepada Tempo.

    Dana tambahan kepada PBB dan mitra kemanusiaan lokal ini akan menyediakan tempat penampungan sementara, akses ke air minum bersih dan layanan kesehatan bagi mereka yang terluka dan terlantar.

    Australia juga berencana untuk mengirimkan tim medis dan saat ini bekerja dengan Pemerintah Indonesia untuk menentukan di mana mereka akan ditempatkan untuk mendukung upaya-upaya bantuan.

    "Kami akan bekerja sangat erat dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa dukungan yang kami berikan sangat ditargetkan," Menteri Luar Negeri Marise Payne, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

    Amerika Serikat

    Presiden Donald Trump dalam ungkapan belasungkawanya, menawarkan bantuan militer untuk korban gempa kepada Indonesia. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menolak bantuan pasukan tanggap darurat dan militer dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bencana gempa Donggala dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah.

    "Enggak. Kita tidak terima itu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Selain menolak bantuan pasukan AS, JK mengatakan bahwa pemerintah Indonesia juga tidak menerima tawaran Trump mengenai kapal rumah sakit lantaran jumlahnya sudah cukup. JK mengatakan, berkaca dari pengalaman tsunami di Aceh pada 2004, hanya ada 5 pasien yang mau naik kapal rumah sakit.

    JK mengatakan bantuan luar negeri untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala akan difokuskan dalam dua hal.

    "Kita lebih memfokuskan bantuan asing untuk rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.

    Trump, dalam konferensi pers di Gedung Putih hari ini, menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia atas gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Ia menyampaikan telah mengirim pasukan first responders (tanggap darurat), militer, dan tim lainnya untuk menangani dampak dari bencana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.