Sabtu, 20 Oktober 2018

Pengadilan Arab Saudi Bebaskan TKI dari Tuduhan Praktek Sihir

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (kanan), Atase Hukum KBRI, Muhibuddin (kiri) dan Jama'ah Binti Sarikan Diman (tengah).[KBRI Arab Saudi/Tempo]

    Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (kanan), Atase Hukum KBRI, Muhibuddin (kiri) dan Jama'ah Binti Sarikan Diman (tengah).[KBRI Arab Saudi/Tempo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Arab Saudi menolak tuntutan majikan agar menghukum mati TKI bernama Jama’ah Binti Sarikan Diman atas tuduhan melakukan praktek sihir. Pengadilan membebaskan warga Indonesia itu dari hukuman.  

    Jama'ah, warga asal Desa Teluk Batang Kecamatan Kayong Utara Ketapang Kalimantan Barat i ditangkap Kepolisian Arab Saudi pada 3 Februari 2010 karena tuduhan melakukan praktek sihir yang mengakibatkan anak majikan menderita sakit permanen.

    Baca: Segera Pulang, TKI Suami-Istri Bebas dari Hukuman Mati

    "Awalnya, majikan Jama'ah menuntut ganti rugi materil sebesar 1.080.000 riyal atau setara Rp 3,8 miliar karena anaknya lumpuh akibat disihir oleh Jama’ah. Namun kemudian majikannya mengubah tuntutan menjadi qisas (hukuman mati) di persidangan ke-18 pada 12 September 2018, pengadilan akhirnya menolak tuntutan majikan dan membebaskan Jama'ah," kata Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel kepada Tempo, 4 Oktober 2018.

    Duta Besar RI, Agus Maftuh Abegebriel, kedua dari kiri, melakukan pemeriksaan terhadap armada bus yang akan membawa Jamaah Haji Indonesia ke Hotel Madinah. Sumber: KBRI Riyadh, Arab Saudi

    Atase Hukum KBRI, Muhibuddin melakukan penjemputan Jama’ah binti Sarikan dari penjara dan diantar ke KBRI Riyadh.

    Dubes Maftuh menyambut kedatangan Jama’ah dan memberikan ucapan selamat. Ucapan selamat juga diberikan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Arab Saudi dengan dikomandani oleh Atase Pertahanan KBRI Riyadh, Brigjend Drajad Brima Yoga.

    Baca: Tak Cukup Bukti, TKI di Arab Saudi Ini Bebas dari Hukuman Mati

    Dalam pesannya, Dubes Maftuh menegaskan, KBRI Riyadh berkomitmen untuk tidak membiarkan WNI sendirian menghadapi proses hukum, terutama WNI yang terancam hukuman mati.

    Pendampingan kasus-kasus HPC (High Profile Case) yang terancam hukuman mati menjadi prioritas utama. KBRI Riyadh akan selalu mengaplikasikan jargon "Kami datang untuk melayani, bukan dilayani" sebagaimana arahan Presiden Jokowi.

    Baca: Kisah Haru TKI di Arab Saudi, Memaafkan Majikan setelah Disiksa

    Menurut Dubes Maftuh, TKI Jama’ah sudah berada di rumah singgah Ruhama (Rumah Harapan Mandiri) KBRI di Riyadh, bergabung dengan para WNI atau ekspatriat Indonesia lainnya yang belum beruntung Mereka menunggu proses pemulangan dari Arab Saudi ke tanah air. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.