Vladimir Putin Sebut Skripal Bajingan dan Pengkhianat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018.[REUTERS]

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato dalam satu sesi forum internasional Russian Energy Week di Moskow, Rusia 3 Oktober 2018.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin menyebut mantan agen ganda Rusia, Sergei Skripal, yang diracuni di Inggris, seorang bajingan yang telah mengkhianati Rusia.

    Sergei Skripal dan putrinya Yulia ditemukan kritis di bangku taman di kota Salisbury, Inggris, pada Maret tahun lalu. Inggris mengatakan mereka diracun dengan agen saraf yang diciptakan oleh intelijen Rusia.

    Baca: Diincar Rusia, Ternyata Skripal Bekerja di 4 Intelijen Berbeda

    Rusia membantah terlibat dalam upaya pembunuhan ini, yang mennyebabkan Rusia semakin dikucilkan dari dunia internasional.

    Mantan Intelijen Rusia dan MI6, Kolonel Sergei Skripal, sekarat di rumah sakit di Inggris karena terpapar zat misterius [SKY NEWS]

    "Saya melihat bahwa beberapa rekan Anda mendorong teori bahwa Tuan Skripal hampir semacam aktivis hak asasi manusia," kata Putin di forum energi di Moskow saat ditanya tentang kasus tersebut, seperti dilaporkan Reuters, 4 Oktober 2018.

    "Dia hanya seorang mata-mata. Pengkhianat tanah air. Dia hanya bajingan, itu saja," tambah Putin, dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan dari beberapa penonton.

    Baca: Takut Diracun Seperti Skripal, Perempuan Rusia Tinggalkan London

    Putin, pemimpin Rusia yang dulunya juga mantan perwira intelijen, mengatakan skandal Skripal telah dibesar-besarkan secara berlebihan, tetapi mengatakan dia berpikir itu akan memudar dan bahwa semakin cepat kasus berlalu maka ia semakin tenang.

    Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya Yulia, 33 tahun, dalam kondisi kritis di rumah sakit saat ini.l [Rex Features]

    Vladimir Putin mengatakan Rusia masih siap untuk bekerja sama dengan Inggris untuk menyelidiki apa yang terjadi, namun Inggris sejauh ini menolak tawaran tersebut.

    Para pejabat Inggris mengatakan peracunan dilakukan oleh badan intelijen militer GRU Rusia dan dipastikan beraksi atas persetujuan para pejabat Rusia, yang dibantah oleh Kremlin.

    Baca: Kasus Skripal, Rusia Persilakan Inggris Interogasi Dua Warganya

    Dua pria Rusia yang dituduh Inggris mencoba membunuh Skripal mengatakan dalam sebuah wawancara TV bulan lalu bahwa mereka adalah turis yang tidak bersalah, yang telah mengunjungi kota Salisbury untuk melihat katedralnya.

    Inggris mengatakan penjelasan mereka mengada-ada tetapi terus membuktikan keterlibatan Rusia, sementara situs investigasi Bellingcat telah menerbitkan gambar seorang kolonel intelijen militer Rusia yang dinamai Anatoliy Chepiga yang menyerupai salah satu dari dua orang Inggris yang tertangkap di CCTV TKP peracunan Sergei Skripal.

    Sergei Skripal. RTR/via Reuters TV

    Putin mengatakan Sergei Skripal pernah bertugas di penjara Rusia karena menjual informasi ke Inggris, dan Rusia telah setuju untuk membebaskannya sebagai bagian dari pertukaran tahanan dan ini menunjukkan bahwa Rusia tidak memiliki motif untuk membunuhnya.

    "Bayangkan, jika ada orang di negara Anda yang berkhianat. Bagaimana Anda akan memperlakukannya?" tanya Putin, seperti dikutip Russia Today.

    Baca: Inggris Tuduh Agen GRU Rusia Racuni Skripal, Apa itu GRU?

    "Kami tidak perlu meracuni siapa pun di sana. Skripal, si pengkhianat ini ditangkap, dia dihukum dan melakukan lima tahun penjara. Kami membiarkannya pergi, dia meninggalkan Rusia dan Skripal terus bekerja di sana dan berkonsultasi dengan beberapa dinas intelijen, terus kenapa?" kata Vladimir Putin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.