Rusia Mau Geser Peredaran Dolar AS, Apa Siasat Vladimir Putin?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong untuk menonton latihan militer di tempat pelatihan

    Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong untuk menonton latihan militer di tempat pelatihan "Telemba", sekitar 80 kilometer utara kota Chita selama latihan perang Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, Kamis, 13 September 2018. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendukung penghentian peredaran dolar AS di sektor keuangan negara dari ketergantungan terhadap dolar AS.

    Kepala VTB Bank Andrey Kostin mengatakan langkah itu bukan berarti menghapus mata uang dolar Amerika Serikat secara bertahap. Ide de-dolarisasi ekonomi Rusia telah aktif dibahas baru-baru ini karena pengetatan sanksi AS.

    Baca: 5 Jurus Rusia untuk Balas Sanksi Amerika, Apa saja?

    Dilansir dari Russia Today, 3 Oktober 2018, pada Juli, Kostin, yang merupakan presiden dan ketua dewan manajemen VTB bank terbesar kedua Rusia, mengajukan serangkaian proposal untuk menjauh dari dolar AS dan mempromosikan rubel Rusia di keuangan internasional.

    Ilustrasi mata uang asing. (Euro, dolar Hong Kong, dolar A.S., Yen Jepang, Pounsterling Inggris, dan Yuan Cina). REUTERS/Jason Lee

    Pertama, asumsi transisi dipercepat untuk pembayaran dalam mata uang lain ketika melakukan transaksi ekspor-impor dengan negara-negara asing. Mata uang alternatif yang akan digunakan Rusia termasuk euro, yuan Cina dan rubel.

    Langkah kedua adalah pendaftaran ulang kepemilikan terbesar di yurisdiksi Rusia. Rencana ini juga menempatkan Eurobonds melalui deposit Rusia, dan lisensi dari semua peserta pasar saham sehingga mereka dapat bertindak dengan aturan yang sama.

    Baca: Kena Sanksi Amerika, Rusia: Tinggalkan Dolar Gunakan Rubel

    Rusia telah mencari cara untuk mengurangi ketergantungannya pada mata uang AS setelah Amerika Serikat dan sekutunya memberlakukan sanksi terhadap Rusia pada 2014.

    Pada Mei, Vladimir Putin mengatakan Rusia tidak lagi dapat mempercayai sistem keuangan yang didominasi dolar AS sejak Amerika Serikat menjatuhkan sanksi sepihak dan melanggar peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Putin menambahkan bahwa monopoli dolar AS tidak aman dan berbahaya bagi ekonomi global.

    Direktur Umum Perusahaan Negara Rusia Goznak Arkady Trachuk menunjukkan fitur keamanan pada uang pecahan 100 rubel dengan desain bertema Piala Dunia 2018 saat konferensi pers, di Moskow, Rusia, 22 Mei 2018. REUTERS/Sergei Karpukhin

    Dilansir dari Financial Times, Dmitry Peskov, juru bicara Vladimir Putin, mengatakan bahwa Putin adalah pendukung lama gagasan itu tetapi memperingatkan bahwa prosesnya akan sangat panjang dan teliti.

    Diskusi tentang perlunya de-dolarisasi ekonomi Rusia semakin intensif setelah RUU diperkenalkan ke Kongres pada bulan Agustus dengan berbagai langkah yang menargetkan lembaga keuangan Rusia.

    Baca: Ini Balasan Rusia Atas Sanksi Terbaru Amerika

    Kementerian Keuangan Rusia telah mendukung rencana Kostin, dengan kepala Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan, Maxim Oreshkin, yang mencatat bahwa peran mata uang AS sudah semakin berkurang. Bank Sentral Rusia sudah mengejar kebijakan menggeser dolar AS dan mengatakan akan terus berlanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.