Gempa Palu Donggala, Ini Rincian Bantuan Kemanusiaan Singapura

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Masjid berkubah hijau tersebut hancur parah akibat guncangan gempa dan hantaman gelombang tsunami pada 28 September lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. Masjid berkubah hijau tersebut hancur parah akibat guncangan gempa dan hantaman gelombang tsunami pada 28 September lalu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Singapura - Singapura dikonfirmasi negara yang akan mengirimkan bantuan untuk membantu korban bencana gempa Donggala dan tsunami di Palu atau disebut gempa Palu Donggala.

    Selain siap menerjunkan pesawat angkutnya Singapura pun akan mengirimkan berbagai macam bantuan dalam bentuk lain membantu Indonesia dalam penanganan bencana gempa Palu Donggala tersebut.

    Baca : Gempa Donggala, Singapura Kirim Bantuan dan Uang Rp 1,5 Miliar

    Dilansir dari Channelnewsasia.com, Menteri Luar Negeri Singapura, George Yong-Boon Yeo mengatakan akan mengirimkan dua pesawat Singapore Air Force C-130 yang mengangkut berbagai logistik, seperti tenda, makanan, dan obat-obatan.

    Pesawat C-130 akan terus disiagakan di Indonesia untuk bantuan penanggulangan. Pesawat ini pun dapat dipergunakan untuk mengevakuasi masyarakat keluar dari daerah yang terdampak.

    “Pemerintah Singapura akan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan. Bantuan ini akan sepenuhnya berada dibawah komando dari pemerintah Indonesia,” tutur George.

    Selain itu Pasukan Pertahanan Masyarakat Sipil Singapura (Singapore Civil Defence Force atau SCDF), sudah mengirimkan dua petugasnya untuk berpartisipasi dalam misi sepuluh hari ini Sulawesi Tengah sebagai bagian dari tim ASEAN Emergency Response dan Tim Asesmen. Tim ini diarahkan oleh Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dalam manajemen bencana ASEAN.

    Petugas mengevakuasi korban gempa di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Hingga saat ini, korban luka berat berjumlah 799 orang, dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan jumlah korban hilang tercatat sebanyak 90 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    SCDF pun sudah menyiapkan tim SAR dan bantuan pendampingan pada masyarakat penyintas bencana. Pemerintah Singapura juga akan mendonasikan Rp. 1,5 miliar pada Indonesia melalui Palang Merah Singapura yang menggalang dana untuk Palu dan Donggala sejak Senin, 1 Oktober 2018 lalu.

    Sebelumnya Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Wiranto mengatakan saat ini negara-negara yang siap meminjamkan pesawat angkutnya adalah Singapura, Malaysia, Korea, India, dan Amerika Serikat.

    Simak juga :
    18 Negara Bantu Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

    "Sudah hampir 10 pesawat yang akan diperbantukan ke TNI AU. Jadi angkutan udara lebih rapid masuk dari Jakarta, Balikpapan, dan Makassar," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Wiranto menuturkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan untuk menerima bantuan tersebut karena untuk meringankan beban korban gempa Donggala dan tsunami Palu (gempa Palu Donggala). "Beberapa alasan bahwa keputusan itu berdasarkan pertimbangan sudah menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan banyak negara," kata dia.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.