Survei: Citra Amerika Serikat di Mata Sekutu Memburuk

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana, pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan. AP via Chicago Tribune

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana, pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan. AP via Chicago Tribune

    TEMPO.CO, Jakarta - Citra Amerika Serikat dimata sekutu-sekutunya telah memburuk di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh Pusat Peneliti Pew pada responden di 25 negara.

    Dikutip dari situs asiaone.com pada Selasa, 2 Oktober 2018, dalam satu tahun kepemimpinannya, Trump telah menciderai sekutu-sekutunya seperti Jerman dan Kanada, lewat serangan kata-kata verbalnya. Dalam jajak pendapat itu terlihat para responden meragukan kemampuan Presiden Trump untuk memimpin. Mereka bahkan lebih percaya pada kemampuan Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Cina, Xi Jinping, ketimbang pada kemampuan memimpin Trump.

    Baca: Banyak Pemberitaan Negatif, Trump Komplain Google 

    Sejak dilantik menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat pada Januari 2017, Trump telah membuat Amerika Serikat menarik diri dari sejumlah kesepakatan internasional, diantaranya kesepakatan perubahan iklim Paris dan kesepakatan internasional nuklir Iran. Bukan hanya itu, Trump juga telah melontarkan kata-kata menyakitkan pada Presiden Putin dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un serta mengkritik negara-negara tetangganya dan sekutunya di NATO.

    Baca: Mahathir: Trump Tidak Konsisten

    Pada Juni 2017, Trump menolak menandatangani pernyataan bersama dalam pertemuan G7 bersama sekutu-sekutunya. Pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, itu disebut Trump tidak jujur dan sangat lemah.

    Trump juga beberapa kali menyerang Jerman karena negara itu mengalami surplus perdagangan terhadap Amerika Serikat. Trump juga geram kepada Jerman karena rendahnya anggaran pengeluaran bidang pertahanan negara itu dan kebergantungan Jerman pada gas Rusia.

    Pada sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat, Trump ditertawakan oleh pemimpin dunia yang hadir saat itu ketika dalam pidatonya mengklaim telah membuat sejumlah pencapaian dalam dua tahun pemerintahannya.

    Jajak pendapat oleh Pusat Peneliti Pew memperlihatkan sepanjang 2018 ini citra Amerika Serikat terus hancur di banyak negara, khususnya di Eropa. Hanya 30 persen responden di Jerman yang masih memiliki pandangan baik terhadap Amerika Serikat. Angka ini turun dibanding survei pada tahun lalu. Sedangkan di Prancis ada 30 persen responden yang masih menilai baik Amerika Serikat dan 39 persen responden di Kanada dengan pandangan serupa.

    Sebanyak 20 negara dari total 25 negara yang disurvei, menyatakan tidak yakin kepada kemampuan Trump. Negara-negara yang memiliki pandangan paling positif pada Amerika Serikat adalah Israel, Filipina dan Korea Selatan dengan 80 persen dukungan positif responden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.