Mengenal Essam al-Zamil, Aktivis Pengkritik Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Essam al-Zamil, aktivis pengkritik kebijakan Riyadh pada Saudi Arabco. Sumber: sa.linkedin.com

    Essam al-Zamil, aktivis pengkritik kebijakan Riyadh pada Saudi Arabco. Sumber: sa.linkedin.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Essam al-Zamil tengah menjadi buah bibir media-media Arab Saudi. Aktivis bidang ekonomi terkemuka di Arab Saudi itu, diduga tengah disidang oleh Riyadh atas tuduhan telah bergabung dengan kelompok terlarang, Ikhawanul Muslim dan melakukan pertemuan diam-diam dengan diplomat asing.

    Media – media di Arab Saudi tak secara gamblang menyebut nama Zamil yang sedang diperkarakan Arab Saudi, namun sahabatnya di Lembaga HAM ALQST, Yahya al-Assiri, membenarkan orang yang sedang diperbincangkan itu adalah Zamil. Di Arab Saudi, Zamil dikenal sangat vokal mengkritik Riyadh melalui akun media sosialnya mengenai rencana go publik atau IPO Saudi Aramco, sebuah perusahaan minyak BUMN.

    Baca: Saudi Aramco Akuisisi Saham, IPO Bakal Tertunda 2020 

    Essam al-Zamil, aktivis pengkritik kebijakan Riyadh pada Saudi Arabco. Sumber: www.flickriver.com

    Diantara kritik yang dilontarkan Zamil adalah penetapan biaya US$ 2 triliun atau Rp 30 triliun yang disarankan Mohammed bin Salman seharusnya mendapat pengesahan dari sejumlah otoritas berwenang. Kerajaan Arab Saudi juga harus mendapat persetujuan otoritas berwenang soal jumlah cadangan minyak Aramco yang akan dijual dalam IPO.

    Zamil ditahan sejak September 2017 bersama kalangan intelektual dan ulama yang dicurigai menentang pemerintahan Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. Dia mengantungi gelar sarjana bidang Teknik Kimia dari Universitas Tulane, New Orleans, Los Angeles, Amerika Serikat dan merupakan mantan karyawan Saudi Aramco.

    Baca: Arab Saudi Jual Saham Perusahaan Minyak Saudi Aramco

    Zamil diketahui bekerja sebagai anggota tim yang bertanggung jawab untuk mengembangkan salah satu simulator waduk minyak terbesar di Arab Saudi. Setelah keluar dari Saudi Aramco, Zamil, mendirikan Remal IT, yakni sebuah perusahaan teknologi terkemuka dengan pengoperasian melalui jaringan terbesar di Arab Saudi. Tak berhenti di Remal, Zamil lalu mendirikan Silah, yakni sebuah perusahaan penyedia telework khusus perempuan dan SeenTV salah satu saluran Youtube Saudi terpopuler.

    Pada 2009 Zamil mendapat penghargaan Prince Salman Award bagi pengusaha muda dari Kerajaan Arab Saudi. Penghargaan itu diberikan atas jasanya yang telah menciptakan beberapa produk sukses dan inovatif. Salah satunya kammelna.com, yakni situs permainan kartu online yang dengan cepat sangat populer di Arab Saudi. Kammelna kemudian diakuisisi oleh Peak Games, sebuah perusahaan game sosial terbesar ke-4 di dunia.

    SA.LINKEDIN | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.