Malaysia Kucurkan Rp 2,8 Miliar untuk Korban Gempa Sulawesi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban gempa dan tsunami beristirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Lebih dari 16 ribu warga mengungsi akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Para korban gempa dan tsunami beristirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Lebih dari 16 ribu warga mengungsi akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Malaysia melalui Badan Manajemen Bencana Nasional (NADMA) bersama AHA Centre, TUDM dan United Nations Humanitarian Response Depot (UNHRD) Subang menyiapkan bantuan kepada korban gempa di Sulawesi dari Sistem Logistik Darurat Bencana untuk saham regional ASEAN (dElsa).

    Baca: 18 Negara Bantu Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

    Melalui percakapan telepon sebelumnya hari ini antara YAB Dato 'Seri Dr. Wan Azizah binti Dr. Wan Ismail, Wakil Perdana Menteri Malaysia dengan Wapres Jusuf Kalla, Pemerintah Malaysia telah menawarkan bantuan pencarian dan penyelamatan melalui tim SMART, NADMA dan bantuan keuangan sebesar RM 500.000 atau Rp 1,8 miliar dari tabung Dana Amanah Bantuan Bencana Nasional (KWABBN) untuk meringankan beban korban Gempa, seperti disampaikan kepada Tempo.

    Foto udara menunjukkan KM Sabuk Nusantra 39 yang terdampar di antara bangunan akibat tsunami di Desa Wani, Pantai Barat Donggala, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018. Beruntung, saat tsunami menghantam Donggala pada Jumat, 28 September lalu, kapal tersebut sedang tak berpenumpang. ANTARA

    Beberapa Organisasi Non-Pemerintah (NGO) Malaysia seperti Persatuan Bulan Sabit Merah, MERCY Malaysia dan Islamic Relief Malaysia (IRM) juga telah menyatakan akan mengulurkan bantuan kemanusiaan melalui mitra mereka di Indonesia.

    Pemerintah Indonesia telah menyatakan apresiasinya atas tawaran tersebut dan setuju untuk menerima bantuan yang ditawarkan dengan cepat. NADMA melalui Pusat Pengendalian Bencana Nasional dan Tim Mencari dan Penyelamatan Malaysia (SMART) akan terus memantau kejadian ini melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs ( UNOCHA).

    Para korban gempa dan tsunami beristirahat di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Saat ini, Pemerintah Indonesia telah menerima bantuan ASEAN melalui pengiriman pasukan ASEAN ERAT ke daerah yang terkena dampak untuk membuat penilaian awal kebutuhan korban. Dua anggota Tim Tanggap Darurat dan Tanggap Darurat (ERAT) dari Malaysia dikirim ke Sulawesi untuk bergabung dengan tim ERAT ASEAN.

    Baca: Uni Eropa Anggarkan Bantuan Rp 26 Miliar untuk Korban Gempa

    Pihak NADMA selaku lembaga yang bertanggung jawab akan mengkoordinasikan segala bentuk bantuan yang akan disalurkan dari Malaysia sehingga dapat membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala serta meringankan beban keluarga korban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.