Senin, 22 Oktober 2018

Klub Real Madrid Undang Ahed Tamimi, Israel Mencela

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Remaja Palestina, Ahed Tamimi, 17 tahun, mengunjungi stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu, di Madrid, pada Sabtu, 29 September 2018. Twitter via Times of Israel

    Remaja Palestina, Ahed Tamimi, 17 tahun, mengunjungi stadion Real Madrid, Santiago Bernabeu, di Madrid, pada Sabtu, 29 September 2018. Twitter via Times of Israel

    TEMPO.CO, Madrid – Klub sepak bola Real Madrid mengundang remaja perempuan Palestina, Ahed Tamimi, 17 tahun, yang sempat ditahan Israel selama delapan bulan untuk berkunjung ke stadion Santiago Bernabeu.

    Baca:

     

    Tamimi tiba di stadion milik Real Madrid yaitu Santiago Bernabeu, beberapa jam sebelum pertandingan heboh antara klub itu dengan musuh bebuyutan satu kota yaitu Atletico Madrid.

    Tamimi sempat menjalani persidangan setelah menampar dan mendorong tentara Israel yang hendak merazia rumahnya di kawasan Tepi Barat di Desa Nabi Saleh pada 2017.

    Baca:

     

    “Tamimi bertemu dengan Emilio Butragenio, bekas penyerang klub yang saat ini menjadi salah satu manajer senior di sana,” begitu dilansir Times of Israel dan Haaretz pada Sabtu, 29 September 2018 waktu setempat.

    Tamimi mendapatkan kaos khusus Real Madrid dengan namanya "Ahed" tertera di punggung kaos. Dia berkunjung ke Spanyol dengan ditemani ayahnya sambil mengunjungi beberapa acara politik.

    Baca:

     

    Menyikapi ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emanuel Nachshon, mencela undangan dari Real Madrid ini.

    “Memalukan, Real Madrid menyambut seorang teroris yang menyuarakan kebencian dan kekerasan. Apa koneksinya antara ini dengan nilai-nilai sepak bola? Kata Nachshon lewat cuitan di Twitter sambil mencuit berita Tamimi dari media lokal Spanyol.

    Duta Besar Israel, Daniel Kutner, ikut mencuit di Twitter. “Ahed Tamimi tidak berjuang untuk perdamaian. Dia membela kekerasan dan teror, institusi yang telah menyambut dan merayakan kedatangannya secara tidak langsung mendukung agresi dan bukan dialog serta pemahaman yang kita perlukan,” kata dia.

    Baca:

     

    Peristiwa penangkapan Tamimi mendapat perhatian dari dunia, yang menyorotinya sebagai ikon Palestina. Dia menjadi sumber perayaan bagi para pendukung Palestina. Sejumlah pawai digelar untuk beberapa lokasi menuntut pemerintah Israel untuk melepasnya pada Desember 2017.

    Menurut Ahed Tamimi dalam penjelasan di pengadilan Israel, dia menampar tentara yang telah menembak sepupunya di kepala menggunakan peluru karet sekitar satu jam sebelum insiden penamparan itu terjadi.

    Banyak warga Palestina di daerah pendudukan militer Israel di Tepi Barat melihat Ahed Tamimi sebagai pemberani. Sedangkan militer Israel menuding keluarganya menggunakan Tamimi sebagai pion.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.