Minggu, 16 Desember 2018

Setahun Referendum Catalonia, 6 Orang Ditahan Usai Demonstrasi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi Catalan bentrok dengan demonstran pro kemerdekaan di Barcelona pada Sabtu, 29 September 2018. (AP Photo / Emilio Morenatti)

    Petugas polisi Catalan bentrok dengan demonstran pro kemerdekaan di Barcelona pada Sabtu, 29 September 2018. (AP Photo / Emilio Morenatti)

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas daerah Catalonia mengatakan 14 orang terluka dan enam orang ditangkap setelah massa pro separatis bentrok dengan polisi jelang peringatan Referendum Catalonia dari Spanyol.

    Baca: 3 Alasan Utama Catalonia Merdeka dari Spanyol

    Kepolisian daerah mengatakan salah satu petugasnya terluka dalam bentrokan Sabtu 29 September, meskipun tidak jelas apakah petugas tersebut termasuk di antara 14 orang yang terluka, seperti dilaporkan Associated Press, 30 September 2018.

    Pihak medis mengatakan tiga orang dibawa ke rumah sakit sementara yang lain dirawat di lokasi.

    Seorang perempuan yang mengenakan bendera Spanyol memukul seorang pria yang mengenakan bendera Kemerdekaan, menyusul demonstrasi yang meletus dalam bentrokan di Barcelona, Spanyol, pada hari Sabtu, 29 September 2018. (Foto AP / Daniel Cole)

    Massa separatis Catalan bentrok beberapa kali dengan polisi, melemparkan bubuk berwarna sebelum menerobos garis polisi, di pusat kota Barcelona. Para separatis memprotes pawai yang diadakan oleh pendukung polisi nasional Spanyol.

    Ketegangan masih tinggi di wilayah Catalonia dalam peringatan setahun referendum 1 Oktober yang dianggap ilegal oleh pemerintah Spanyol tetapi dirayakan oleh separatis Catalan sebagai momentum kemerdekaan.

    Baca: Carles Puigdemont Ditangkap, Ribuan Orang di Spanyol Protes

    Pemilih menuntut kemerdekaan Catalonia dari Spanyol, meskipun jumlah pemilih yang lebih sedikit menentang pemisahan diri dan sebagian besar memboikot suara.

    Menurut pihak berwenang Catalan, seperti dilaporkan Reuters, hampir 1.000 orang terluka tahun lalu setelah polisi berusaha menghentikan pemungutan suara yang akan dilakukan di TPS seluruh wilayah itu dalam bentrokan.

    Kelompok-kelompok pro-kemerdekaan bermalam semalam pada Jumat untuk mencegah demonstrasi mendukung polisi nasional. Demonstrasi berlanjut tetapi terpaksa mengambil rute yang berbeda.

    Petugas polisi Catalan menutup jalan untuk menghentikan demonstran pro kemerdekaan, dalam perjalanan mereka untuk demonstrasi oleh anggota dan pendukung Polisi Nasional dan Sipil Guardia di Barcelona pada Sabtu, 29 September 2018. (AP Photo / Emilio Morenatti)

    Narcis Termes, 68 tahun, seorang ahli listrik yang mengikuti protes separatis dengan istrinya mengatakan dia tidak lagi berharap tentang prospek Catalonia memperoleh kemerdekaan.

    "Tahun lalu kami hidup melalui salah satu momen terbaik kami. Saya menyaksikan orang tua saya bersukacita karena bisa memilih tetapi sekarang kami terjebak," katanya.

    Baca: PM Spanyol Rajoy Menolak Temui Separatis Catalonia

    Meskipun menguasai kemenangan penting dalam pemilihan regional Desember lalu, partai-partai pro-kemerdekaan Catalan telah berjuang untuk mempertahankan momentum tahun ini dengan banyak pemimpin terkenal mereka baik dalam pengasingan atau dalam tahanan menunggu sidang karena peran mereka dalam mengatur referendum dan deklarasi kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

    Pada Sabtu, Oriol Junqueras, salah satu dari sembilan pemimpin Catalonia yang dipenjara pemerintah Spanyol selama pra-sidang sejak akhir tahun lalu, mengumumkan ia akan mencalonkan diri dalam pemilihan Parlemen Eropa tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".