Minggu, 21 Oktober 2018

Anaknya Gay, Istri PM Singapura Dukung Cabut UU Anti-Homoseksual

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ho Ching, kiri, istri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mendukung pencabutan undang-undang larangan seks gay. Sumber: Ho Ching FB /Out in Singapore/theindependent.sg

    Ho Ching, kiri, istri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mendukung pencabutan undang-undang larangan seks gay. Sumber: Ho Ching FB /Out in Singapore/theindependent.sg

    TEMPO.CO, Jakarta - Ho Ching, istri Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, menyatakan dukungan terhadap pencabutan Pasal 377A undang-undang mengenai larangan melakukan hubungan seks gay. Suara untuk mencabut undang-undang ini di Singapura mulai lantang diteriakkan setelah pengadilan India berhasil menghapus undang-undang serupa.

    Dikutip dari theindependent.sg, undang-undang larangan melakukan hubungan seks di kalangan gay mulai dilihat sebagian masyarakat Singapura sebagai aturan yang mengkriminalisasi kalangan gay, khususnya dalam berhubungan seks. Dalam pasal 377A, seorang laki-laki yang ditemukan melakukan tindakan tidak senonoh dengan laki-laki lain bisa dihukum penjara hingga dua tahun. Faktanya, penuntutan secara hukum ini jarang terjadi. Hukum ini tidak berlaku bagi kalangan lesbian.

    Baca: Singapura Minta Opini Publik Cabut Larangan Seks Gay

    Anggota parlemen Malta memutuskan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di pulau Mediterania Katolik Roma itu. Keputusan itu memenuhi janji kampanye Perdana Menteri Joseph Muscat untuk membuat undang-undang ini diajukan terlebih dahulu ke parlemen dalam masa jabatan barunya. REUTERS

    Baca: Kutip Injil, Gereja Singapura Tolak Hubungan Seks Kaum Gay

    Dukungan Ho Ching terlihat dari aktivitasnya di akun media sosial. Dia bergabung dengan perkumpulan yang mendukung pencabutan Pasal 377A. Bukan hanya itu, istri orang nomor satu di Singapura tersebut mengunggah foto Presiden Yale-NUS Tan Tai Yong, yang sedang berpose memegang papan bertulisan dukungannya terhadap pencabutan Pasal 377A.

    Dukungan Ho Ching ini terkait dengan status putranya, Li Huanwu, yang seorang homoseksual. Huanwu telah secara terbuka mengungkap identitas seksualnya sebagai seorang gay. Sikap Li Huanwu itu terbilang berani karena Singapura masih menganut hubungan seks di kalangan gay adalah ilegal.

    Huanwu, 31 tahun, adalah cucu pertama mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew atau yang dikenal sebagai Bapak Pendiri Singapura. Huanwu mengungkap identitas seksualnya pada awal Juli 2018 dengan mempublikasikan foto dia sedang berpelukan dengan kekasihnya, Yirui Heng, 27 tahun.

    Foto itu dipajang dalam sebuah pameran foto berjudul "Di Luar Singapura". Pameran itu ditujukan sebagai promosi agar lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) diterima di Singapura. Tak lama setelah publikasi foto ini, Heng tertangkap kamera sedang mencium pipi Huanwu dalam acara Pink Dot 2018, sebuah acara tahunan bagi kalangan LGBT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.