Sabtu, 20 Oktober 2018

Serang Taliban, Pertama Kali Amerika Serikat Gunakan Jet F-35

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs online sputniknews.com, 2 Januari 2018, menulis bahwa dua skuadron pesawat tempur siluman F-35B akan memperkuat Marinir Amerika Serikat, pada 2018. Varian F-35B memiliki kemampuan terbang dari landasan pendek dan mendarat vertikal atau short takeoff/vertical landing (STOVL), sehingga dapat beroperasi di kapal induk atau kapal serbu amfibi. sputniknews.com/USMC Cpl. Aaron Henson

    Situs online sputniknews.com, 2 Januari 2018, menulis bahwa dua skuadron pesawat tempur siluman F-35B akan memperkuat Marinir Amerika Serikat, pada 2018. Varian F-35B memiliki kemampuan terbang dari landasan pendek dan mendarat vertikal atau short takeoff/vertical landing (STOVL), sehingga dapat beroperasi di kapal induk atau kapal serbu amfibi. sputniknews.com/USMC Cpl. Aaron Henson

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertama kalinya, Amerika Serikat menggunakan jet F-35 pada Kamis 28 September untuk menghancurkan target Taliban di Afganistan.

    Dilaporkan Reuters, 28 September 2018, pejabat AS yang enggan diungkap identitasnya, mengatakan jet F-35B lepas landas dari kapal induk serbu amfibi USS Essex di Laut Arab.

    Pesawat siluman F-35 diproduksi oleh Lockheed Martin dalam tiga varian, pertama versi pendaratan konvensional F-35A, yang kedua F-35B versi jarak pendek atau take-off vertikal, dan varian ketiga, F-35C yang digunakan pada kapal induk.

    Baca: Krisis Turki, Amerika Serikat Tunda Kirim Pesanan F-35 ke Turki

    Israel menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan pesawat tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat dalam pertempuran.

    Klaim itu disampaikan kepala angkatan udara Israel, Mayor Jenderal Amikam Norkin, pada Selasa, 22 Mei 2018.

    "Kami menerbangkan F-35 di Timur Tengah dan telah menyerang dua kali pada dua front yang berbeda," kata Norkin, seperti dilansir Reuters pada Selasa, 22 Mei 2018.

    Jet tempur F-35 milik Israel mengudara dalam upacara wisuda pilot angkatan udara Israel di pangkalan udara Hatzerim di Israel selatan, 29 Desember 2016. REUTERS/Amir Cohen

    Norkin membuat komentar sambil menunjukkan foto pilot Israel menerbangkan F-35 di atas ibukota Libanon, Beirut pada siang hari. Dia tidak menyebutkan kapan foto itu diambil.

    Angkatan Udara Israel diperkirakan akan menerima total 50 pesawat F-35 untuk dua skuadron penuh pada tahun 2024.

    Amerika Serikat dan 10 negara mitra bertujuan untuk mengembangkan armada F-35 menjadi 3 ribu unit jet dan dengan harga untuk unit F-35A sekitar US$ 80 juta atau Rp 1,1 triliun pada tahun 2020 melalui efisiensi yang diperoleh dengan memesan dalam jumlah yang lebih besar.

    Baca: Harga Pesawat Jet Tempur Canggih F-35 Turun, Kenapa?

    Perusahaan senjata Amerika Serikat, Lockheed Martin, adalah kontraktor utama untuk jet F-35 dan memiliki Mitra-mitranya meliputi Northrop Grumman Corp, Pratt & Whitney, dan BAE Systems Plc dari United Technologies Corp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.