Rabu, 21 November 2018

Selamatkan Nyawa, Dokter Pompa Jantung Pasien 30 Ribu Kali

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 30 tenaga medis profesional berupaya menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki, 8 tahun, yang sedang diantara hidup dan mati. Para tenaga medis itu memompa dada pasien tersebut sebanyak 30 ribu kali. Untungnya, kerja keras itu berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut. Sumber: China Daily/asiaone.com

    Sebanyak 30 tenaga medis profesional berupaya menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki, 8 tahun, yang sedang diantara hidup dan mati. Para tenaga medis itu memompa dada pasien tersebut sebanyak 30 ribu kali. Untungnya, kerja keras itu berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut. Sumber: China Daily/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 30 tenaga medis profesional berupaya menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki, 8 tahun, yang sedang diantara hidup dan mati. Tim dokter memompa dada pasien tersebut sebanyak 30 ribu kali. Untungnya, kerja keras itu berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut.  

    Dikutip dari situs asiaone.com pada Jumat, 28 September 2018, anak laki-laki yang tidak dipublikasi identitasnya itu mengalami gejala sakit perut dan demam. Dia dimasukkan ke ruang ICU khusus anak-anak pada Kamis sore, 28 September 2018, hasil uji labolatorium menunjukkan dia menderita fulminant myocarditis. Penyakit ini adalah proses peradangan yang terjadi di miokardium, jaringan otot jantung, dan menyebabkan gagal jantung akut.

    Baca: Dokter Upayakan Alat Berat untuk Berdirikan Gajah Terkena Jerat

    Sebanyak 30 tenaga medis profesional berupaya menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki, 8 tahun, yang sedang diantara hidup dan mati. Para tenaga medis itu memompa dada pasien tersebut sebanyak 30 ribu kali. Untungnya, kerja keras itu berhasil menyelamatkan nyawa anak tersebut. Sumber: China Daily/asiaone.com

    Baca: Ini Bayi Anjing yang Bikin Dokter Hewan Digugat Rp 1,5 Miliar

    Saat masuk ke rumah sakit dan menerima perawatan khusus, pasien tersebut sudah dalam kondisi stabil. Namun kondisinya berubah ketika detak jantungnya terus melambat. Saat bantuan pertama diberikan, tidak ada perkembangan yang berarti. Ketika bantuan terus-menerus diberikan, kondisi pasien berangsur stabil, namun hidupnya masih dalam risiko.

    “Miokarditis fulminan ditandai dengan serang yang cepat, gejala yang parah, kemajuan yang cepat dan kematian yang tinggi. Hasilnya bisa fatal jika pasien tidak menerima perawatan tepat waktu,” kata Zou Guojin, dokter dari rumah sakit anak-anak Changzhou.

    Sebagai langkah lanjutan, tim dokter memutuskan untuk menggunakan alat extracorporeal membrane oxygenation atau ECMO, yakni sebuah alat canggih untuk memberikan bantuan pernafasan dan jantung. Sayang, rumah sakit anak Changzhou tidak memiliki ECMO sehingga harus meminjamnya dari rumah sakit anak-anak Universitas Fudan di Shanghai.

    Dibutuhkan waktu 3 jam lebih untuk mendapatkan ECMO pinjaman itu. Saat bersamaan, kondisi pasien memburuk dengan cepat. Tekanan darahnya naik. Jantungnya terus melemah hingga pada pukul 2.50 siang, jantungnya benar-benar berhenti berdetak sementara ECMO yang dibutuhkan masih dalam perjalanan. Walhasil, tim dokter secara bergantian memicu jantung pasien agar membuatnya tetap hidup.

    Sekitar 30 tenaga profesional mencoba menyelamatkan pasien tersebut hingga alat ECMO yang dibutuhkan tiba di ruangan. Saat alat itu sampai, tenaga medis terhitung telah 30 ribu kali memompa jantung

    “Kami sangat berupaya menyelamatkan nyawa anak ini. Dunia tidak sekejam itu karena kami mencintai mu,” kata salah seorang staf yang ikut menyelamatkan nyawa anak tersebut.

    Jantung pasien tersebut sudah kembali berdetak meski sangat lemah. Dia masih berada dalam pengawasan dokter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.