Iran Balas Penghinaan Donald Trump di Sidang Umum PBB

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani. AP Photo/Jeff Roberson, REUTERS/Lisi Niesner

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesempatan berpidato di sidang umum PBB dimanfaatkan Iran untuk membalas penghinaan Amerika Serikat. Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan Amerika Serikat tidak memiliki prestasi untuk dipamerkan di PBB.

    "Ketika Mr. Trump berbicara dan memulai pidatonya menceritakan banyak hal tentang pencapaiannya selama dua tahun kepemimpinannya, semua orang menertawainya," kata Rouhani, Kamis, 27 September 2018, waktu Amerika Serikat.

    Dalam pidatonya, Rouhani mengatakan setelah menarik diri dari kesepakatan internasional nuklir iran 2015, Trump menderita sebuah kelemahan intelektual. Langkah Trump keluar dari perjanjian disesalkan sekutu-sekutu Amerika Serikat di Eropa.

    "Amerika Serikat tidak punya prestasi di majelis ini. Apa yang penting hari ini adalah tidak ada satu negara yang mendukung Amerika Serikat. Ini merupakan isolasi politik paling bersejarah dan jarang dialami Amerika Serikat," kata Rouhani.

    Baca: Sanksi Ekonomi Diperketat Amerika Serikat, Iran Latihan Militer

    Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]

    Baca: Embargo Ekonomi Iran Diperketat, Amerika Serikat Ajak Dialog

    Sebelumnya pada pidato sidang umum PBB, Selasa, 25 September 2018, Trump mengatakan Iran sebagai negara diktator yang korup yang para pemimpinnya memperlihatkan kekacauan dan kehancuran. Di hadapan sidang majelis umum PBB, Trump mengatakan pihaknya akan terus memperketat embargo ekonomi ke Iran.

    Dikutip dari Reuters pada Jumat, 28 September 2018, Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, mengatakan Iran tidak sudi tunduk pada tekanan ekonomi dari Amerika Serikat. Washington menduga dengan menjatuhkan embargo ekonomi, Teheran akan tertekan. Namun Hatami mengatakan tindakan itu hanya akan menjauhkan masyarakat Amerika Serikat dari kemakmuran dan hak untuk hidup.

    Embargo ekonomi yang dijatuhkan Washington pada Agustus 2018 mengincar perdagangan emas, batu-batu berharga, pembelian dollar Amerika dan industri kendaraan Iran. Amerika Serikat sangat yakin program nuklir Iran ditujukan untuk membuat senjata sehingga embargo ekonomi diperketat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.