Senin, 10 Desember 2018

Diblokade, Qatar Tetap Suplai Gas Alam ke UEA Hingga 2032

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengantri di kasir saat membeli bahan makanan yang dibeli oleh warga di sebua supermarket di Doha, Qatar, 5 Juni 2017.  Sudah 7 memutus hubungan dengan negara kaya minyak itu, menyusul Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Libya dan Yaman. (Doha News via AP)

    Sejumlah warga mengantri di kasir saat membeli bahan makanan yang dibeli oleh warga di sebua supermarket di Doha, Qatar, 5 Juni 2017. Sudah 7 memutus hubungan dengan negara kaya minyak itu, menyusul Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Libya dan Yaman. (Doha News via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama perusahaan petroleum Qatar, Saad Sherida Al- Kaabi, mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan suplai gas alam ke Uni Emirat Arab melalui saluran pipa Dolphin meskipun wilayahnya diblokir.

    "Wilayah darat, udara dan laut Qatar diblokir oleh UEA dan negara Teluk lainnya sejak 5 Juni 2017. Namun negeri itu tetap melanjutkan kerja sama pengiriman gas alam sesuai dengan perjanjian," tulis Middle East Monitor.

    Baca: Qatar Adukan Uni Emirat Arab ke Mahkamah Internasional PBB

    Ilustrasi pipa gas. Dok TEMPO

    Al-Kaabi mengatakan kepada wartawan, perusahaan yang dia pimpin telah melakukan kontrak dengan UAE hingga 2032.

    Dia menjelaskan, perusahaan petroleum Qatar memproduksi sekitar dua miliar kubik per hari. "Sekitar 30 persen untuk suplai ke UEA," ucapnya di depan wartawan. "Qatar juga akan meningkatkan kapasitas setara dengan produksi minyak mentah dari 4,8 juta barel per hari menjadi 6,2 juta barel," paparnya.QNA, markas kantor berita Qatar. [Twitter]

    Al-Kaabi menerangkan, proyek baru ini akan memperkuat posisi Qatar di industri gas dunia dan mendukung strategi rencana ekspansi petroleum Qatar.

    Baca: Pembajakan Kantor Berita, Qatar Gugat Arab Saudi dan UEA

    Qatar dan Uni Emirat Arab bersama Arab Saudi, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik Juni 2017. Pemutusan itu disusul dengan blokade ekonomi, wilayah udara, darat dan laut. Keempat negara tersebut menuduh Qatar mendukung terorisme dan dekat denngan Iran. Tuduhan itu berkali-kali dibantah Qatar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.