Trump Puji Keberanian Kim Jong Un, Namun Sanksi Tidak Dicabut

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump mengacungkan jempol kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pertemuan bilateral di Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. AP

    Presiden Donald Trump mengacungkan jempol kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pertemuan bilateral di Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memuji pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, atas keberaniannya mengambil langkah-langkah untuk melucuti senjata nuklirnya. Namun begitupun, sanksi yang diberikan sebelumnya, tetap berlaku hingga denuklirisasi dinyatakan rampung.

    Pernyataan Trump tentang Korea Utara secara dramatis berbeda dari pidatonya pada tahun lalu, di sidang PBB, ketika dia mengancam dan mengejek pemimpin Korea Utara sebagai ‘Manusia Roket’.

    Baca: Empat Kesepakatan Trump dan Kim Jong Un

    “Saya ingin berterima kasih kepada pemimpin Kim, atas keberaniannya pada langkah-langkah yang telah diambil, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sanksi akan tetap berlaku sampai denuklirisasi terjadi,” kata Trump saat berpidato di sidang Majelis Umum PBB di New York, seperti  dikutip dari Reuters, Rabu, 26 September 2018.

    “Rudal dan roket tidak lagi terbang ke segala arah, uji coba nuklir telah berhenti, beberapa fasilitas militer telah dibongkar,”  ujar Trump.

    Baca: Kim Jong Un Minta Bertemu Trump Lagi, Percepat Denuklirisasi

    Trump menyatakan antusiasnya untuk melaksanakan pertemuan kedua dengan Kim. “Saya harap ini akan diumumkan segera, namun lokasi pertemuan masih belum disepakati,” katanya.

    Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo berencana untuk kembali melakukan perjalanan ke Korea Utara, sebelum akhir tahun ini untuk membuat persiapan untuk pertemuan kedua  Trump-Kim.

    Pompeo telah mengusulkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Utara, Ri Yong Ho, di Majelis Umum PBB pekan ini. Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk bertemu.

    Baca: Pertemuan Selesai, Kim Jong Un: Dunia Akan Melihat Perubahan

    Donald Trump, mengadakan pertemuan tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Kim Jong Un, yang membahas perjanjian untuk bekerja menuju denuklirisasi di semenanjung Korea, di Singapura, pada Juni lalu.

    REUTERS | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.