Bernama Anus, Politisi Belgia Dilarang Kampanye oleh Facebook

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luc Anus mencalonkan diri untuk partainya di Belgia (CEN / Luc Anus via Mirror.co.uk)

    Luc Anus mencalonkan diri untuk partainya di Belgia (CEN / Luc Anus via Mirror.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon dewan perwakilan daerah Belgia dilarang berkampanye di Facebook karena menggunakan nama "Anus" yang tidak sesuai dengan peraturan Facebook.

    Luc Anus yang berusia 26 tahun yang mencalonkan diri sebagai kandidat dewan di Lobbes di wilayah Wallonia, Belgia, tidak menyangka dirinya dilarang menggunakan nama aslinya di Facebook karena melanggar peraturan Facebook.

    Baca: Ada Panti Jompo Hewan di Belgia, seperti Apa?

    Poster Kampanye Luc Anus (CEN via Mirror.co.uk)

    Kandidat Partai Sosialis, Luc Anus, berbagi ide kampanyenya di Facebook ketika ternyata nama belakangnya dianggap terlalu vulgar dan tidak sesuai dengan pedoman komunitas.

    "Facebook hanya tidak menerima nama saya," kata Luc Anus, seperti dilansir dari Sputniknews, 25 September 2018.

    Langkah ini mendorong Luc Anus untuk mengubah nama keluarganya menjadi "Anu" di Facebook sehingga dia dapat melanjutkan kampanye online dan dia telah menerima banyak dukungan, sementara beberapa pengguna Facebook mengatakan bahwa dia harus bangga dengan namanya.

    Menurut data terbaru dari registrasi sipil Belgia, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, ada 49 orang dengan nama Anus sebagai nama belakang mereka dan mereka semua tinggal di wilayah Wallonia yang berbahasa Prancis di Belgia.

    Meskipun namanya membuat dia menjadi bahan lelucon, dia dengan santai mengabaikan semua ejekan, mengatakan bahwa dia bisa menangani menghadapi berbagai tanggapan.

    Baca: PM Selandia Baru Bawa Bayi dan Suami ke Sidang Umum PBB

    "Mengapa dia harus mengubah nama keluarganya? Anda mesti bangga dengan nama Anda," ungkap salah satu komentar pengguna Facebook yang mendukung politisi Belgia tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.