Cina Resmikan Kereta Cepat Pertama Rute Hong Kong - Cina Daratan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang mengambil berswafoto dengan G5711, kereta cepat pertama dari Shenzhen ke Hong Kong, di Stasiun Kereta Api Utara Shenzhen di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina selatan, 23 September 2018. (Xinhua / Mao Siqian via Global Times)

    Seorang penumpang mengambil berswafoto dengan G5711, kereta cepat pertama dari Shenzhen ke Hong Kong, di Stasiun Kereta Api Utara Shenzhen di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina selatan, 23 September 2018. (Xinhua / Mao Siqian via Global Times)

    TEMPO.CO, JakartaKereta cepat pertama yang menghubungkan wilayah Administratif Khusus Hong Kong dengan Cina daratan resmi diluncurkan.

    Kereta berangkat dari Hong Kong West Kowloon Station pada Minggu 23 September pukul 7 pagi menuju Stasiun Kereta Api Utara Shenzhen di Provinsi Guangdong, Cina Selatan, dan ini menandai pembukaan resmi jalur kereta kecepatan tinggi Guangzhou-Shenzhen, seperti dilaporkan Global Times, 23 September 2018.

    Baca: Bandara Hong Kong Pasang Sensor Pengenal Wajah

    Pejabat tinggi dari Hong Kong dan Guangdong menaiki kereta peluru pertama Hong Kong pada Sabtu, 22 September, sehari sebelum menghadiri upacara pembukaan.

    Kereta Cepat Hong Kong-Cina daratan. [gbcode.rthk.hk]

    Kedua Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam dan Gubernur Guangdong, Ma Xingrui, seperti dilansir dari Channel News Asia, mengatakan kereta baru ini akan menghubungkan orang-orang dari Hong Kong dan Cina daratan bersama.

    Di stasiun, penumpang yang akan berangkan akan diperiksa dokumennya dan dicap oleh petugas imigrasi Cina dan akan dikenakan hukum Cina, sebelum menaiki kereta cepat pada kecepatan 200 kilometer per jam.

    Gubernur Provinsi Guangdong, Ma Xingrui, dan kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, berdiri di kereta Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong Express Rail Link (XRL) Vibrant Express yang menghubungkan Stasiun Nan Guangzhou di peron stasiun Mainland Port Area di stasiun West Kowloon, di mana di stasiun ini akan menjadi terminal kereta XRL, yang dikembangkan MTR Corp., di Hong Kong, Cina, 22 September 2018. [Giulia Marchi/Pool via REUTERS]

    Dari Cina daratan, dua kereta juga berangkat dari Shenzhen dan Guangzhou ke Hong Kong pada pukul 06.44 pagi dan 6.48 pagi pada Minggu 23 September.

    Saat peresmian, total ada 95 kereta peluru yang akan beroperasi di jalur itu, termasuk 13 pasang kereta jarak jauh, kata China Railway Corp (CRC).

    Baca: Gagas Jalur Sutera Baru, Cina Siap Bangun Jalur Kereta ke Rusia

    Selama masa operasi awal, CRC akan mengatur jumlah kereta berdasarkan permintaan lalu lintas, dengan hingga 127 rangkaian kereta api dalam layanan harian pada hari-hari sibuk.

    Penumpang mencoba kereta pertama yang berangkat dari Hong Kong selama hari pertama pembukaan Jalur Kereta Ekspres Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong, di Hong Kong, CIna, 23 September 2018. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Jalur Kereta Berkecepatan Tinggi Guangzhou-Shenzhen berjarak 141 kilometer, yang mencakup jalur di Hong Kong sepanjang 26 kilometer dan rel kereta sepanjang 115 kilometer di Cina daratan, yang merupakan bagian penting dari jaringan jalur kereta cepat Hong Kong-Cina sepanjang 25.000 kilometer.

    Pembukaan rel kereta api akan memungkinkan kereta berangkat dari Hong Kong untuk melakukan perjalanan langsung ke 44 stasiun di Cina daratan, termasuk Beijing, Shanghai, Shijiazhuang (ibukota Provinsi Hebei), Zhengzhou (ibukota Provinsi Henan di Cina Tengah), Wuhan (ibukota Cina Utara), Provinsi Hubei di Cina Tengah, Fuzhou dan Xiamen di Provinsi Fujian (Cina Timur).

    Baca: Cina Perlahan Mulai Terapkan Larangan Berekspresi di Hong Kong

    Hanya dibutuhkan sekitar 14 menit untuk berangkat dari Stasiun Kowloon Barat Hong Kong ke Stasiun Kereta Shenzhen Futian, dan 47 menit ke Stasiun Kereta Api Selatan Guangzhou. Waktu perjalanan kereta cepat dari Hong Kong ke Stasiun Kereta Beijing Barat, Cina daratan, akan menempuh waktu delapan jam 56 menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.