Presiden Vietnam Tran Dai Quang Pucat dan Kurus Saat Temui Jokowi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang setelah mengikuti upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Bullit Marquez/Pool via REUTERS

    Presiden Jokowi berbincang dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang setelah mengikuti upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Bullit Marquez/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vietnam Tran Dai Quang yang meninggal pada usia 61 tahun, sudah terlihat pucat dan kurus saat menerima lawatan Presiden RI, Joko Widodo pekan lalu.

    "Presiden Tran Dai Quang meninggal dunia karena virus langka meskipun perawatan penuh yang diberikan oleh para profesor dan dokter baik di Vietnam maupun di luar negeri," kata Kantor Berita Vietnam, seperti dilansir dari The Star, 22 September 2018.

    Baca: Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal, Siapa Dia

    Nguyen Quoc Trieu, kepala Komisi Nasional Layanan Kesehatan untuk Pejabat, seperti dikutip dari VnExpress, mengatakan presiden meninggal pada pukul 10.05 pagi di Rumah Sakit Pusat Militer 108 di Hanoi.

    Penampilan publik terakhir Tran Dai Quang hanya dua hari yang lalu, pada pertemuan dengan politisi Cina yang berkunjung ke Hanoi.

    Presiden Jokowi dan Presiden Vietnam Tran Dai Quang mengikuti upacara penyambutan di Istana Kepresidenan, Hanoi, Vietnam, Selasa, 11 September 2018. Jokowi datang bersama dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong. Kham/Pool Photo via AP

    Sebagai presiden yang menjabat sejak April 2016 setelah lebih dari empat dekade di Kementerian Keamanan Publik yang kuat, Quang memiliki reputasi sebagai pemimpin yang tangguh dengan sedikit toleransi mengenai perbedaan pendapat.

    Baca: Presiden Vietnam Tran Dai Quang Meninggal Karena Virus Langka

    Meskipun ia memegang salah satu dari empat posisi teratas negara dan secara resmi menjadi kepala negara, perannya sebagai presiden dilihat sebagai seremonial, seperti menyambut pemimpin yang mengunjungi Vietnam dan menyelenggarakan acara diplomatik dalam upaya untuk meningkatkan profil Vietnam di panggung dunia.

    Presiden Jokowi tiba di Vietnam pada Selasa, 11 September 2018. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, kedua negara sepakat untuk menjalin kerjasama di beberapa bidang, salah satunya kerjasama pemberantasan pencurian ikan di perairan masing-masing.

    Presiden Vietnam Tran Dai Quang menyambut kedatangan Presiden Indonesia Joko Widodo dalam KTT APEC 2017 di Danang, Vietnam, 10 November 2017. REUTERS/Jorge Silva

    Quang sebelumnya adalah Direktur Jenderal Departemen Penasehat Keamanan, Direktur Jenderal Direktorat Keamanan, Wakil Menteri dan Menteri Keamanan Publik.

    Dia lulus dari Universitas Polisi Rakyat dan Sekolah Bahasa Asing di bawah Kementerian Dalam Negeri, sekarang Kementerian Keamanan Publik, seperti dilansir dari VnExpress.

    Baca: 2020, Jokowi Ingin Nilai Perdagangan RI - Vietnam Capai USD 10 M

    Quang adalah seorang anggota Politbiro, badan pembuat keputusan Partai Komunis Vietnam. Dia menjabat sebagai Wakil Menteri Keamanan Publik dari 2006 hingga Agustus 2011, dan Menteri dari Agustus 2011 hingga Maret 2016. Selama periode ini, ia juga bekerja sebagai wakil kepala Komite Pengarah Pusat tentang Pencegahan dan Pengendalian Korupsi.  Tran Dai Quang menjabat sebagai presiden Vietnam pada 2 April 2016.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.