Kim Jong Un Minta Bertemu Trump Lagi, Percepat Denuklirisasi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengangkat tangan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat berada di puncak Gunung Paektu di Korea Utara, 20 September 2018. Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengangkat tangan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat berada di puncak Gunung Paektu di Korea Utara, 20 September 2018. Pyeongyang Press Corps/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Seoul - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan menginginkan pertemuan puncak kedua dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Baca:
    Kim Jong Un Sepakat Tutup Situs Peluncuran Rudal

    Ini dilakukan untuk mempercepat proses denuklirisasi dan mengumumkan berakhirnya Perang Korea 1950-1953 pada akhir tahun ini.

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan dia dan Kim membicarakan berbagai cara untuk mengakhiri kebuntuan serta memulai kembali pembicaraan nuklir antara Pyongyang dan Washington saat pertemuan puncak keduanya di Pyongyang pada awal pekan ini.

    Ada pertimbangan mengenai isu mana yang akan dikerjakan dulu, yaitu denuklirisasi atau mengakhiri Perang Korea.

    Baca:
    Hadiri Upacara Penyambutan, Istri Kim Jong Un Catat Sejarah

    “Ketua Kim mengungkapkan harapannya, dia menginginkan berakhirnya denuklirisasi secara cepat dan fokus pada pembangunan ekonomi,” kata Moon kepada media di Seoul beberapa saat setelah kembali dari kunjungan ke Korea Utara, seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 21 September 2018.

    Moon melanjutkan, "Dia (Kim) menginginkan adanya pertemuan puncak kedua dengan Trump terjadi dalam waktu dekat untuk mempercepat proses denuklirisasi.”

    Kim sebelumnya mengungkapkan kesediaannya secara permanen menutup fasilitas kunci rudal dengan kehadiran para ahli independen.

    Baca:
    Pelukan Hangat Kim Jong Un Saat Sambut Presiden Korea Selatan

    Dia juga menyatakan bersedia menutup pusat nuklir Yongbyon jika Amerika Serikat melakukan tindakan yang mendukung. Dia tidak mengatakan apa bentuk tindakan yang diharapkan dari Amerika.

    Namun, selama ini, pemerintah Korea Utara mendesak Amerika menghentikan embargo ekonomi, yang membuat perekonomian Korea Utara terpuruk, sebagai sanksi atas peluncuran rudal balistik dan uji coba nuklir.

    Presiden Donald Trump berbicara dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, saat pertemuan bilateral di Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. AP

    Seperti dilansir Reuters, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan telah mengundang Menteri Luar Negeri Korea Utara ke New York pada pekan depan. Dia juga berharap Pyongyang mengirim pejabat ke Wina untuk membicarakan soal nuklir ini dengan Stephen Biegun.

    Baca:
    Moon Jae-in Akan Sampaikan Pesan Kim Jong Un ke Trump

    Pompeo juga berharap pembicaraan mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea Utara bakal kelar pada Januari 2021. Dia mengatakan Amerika Serikat sedang bekerja untuk menyiapkan pertemuan puncak kedua antara Presiden Donald Trump dan Kim. “Tapi ada hal-hal yang masih harus dikerjakan untuk memastikan kondisinya sesuai,” kata Pompeo pada Jumat, 21 September 2018, waktu setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.