Senin, 10 Desember 2018

Spanyol Akui Palestina Sebagai Negara, Jika ...

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa mengenakan masker berwarna bendera Palestina saat aksi Hari Al Quds Internasional di depan Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. AS resmi membuka kedutaannya di Yerusalem diikuti Guatemala dan Paraguay. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pengunjuk rasa mengenakan masker berwarna bendera Palestina saat aksi Hari Al Quds Internasional di depan Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018. AS resmi membuka kedutaannya di Yerusalem diikuti Guatemala dan Paraguay. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Spanyol siap mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka. Pengakuan itu akan diberikan Spanyol jika Uni Eropa gagal dalam mencapai kesepakatan mengenai pengakuan sepihak Palestina sebagai sebuah negara.

    “Saya akan memulai proses konsultasi intensif untuk menetapkan persetujuan mengenai masalah ini. Sebab, kebijakan Uni Eropa tidak jelas mengenai pengakuan sepihak atas Palestina sebagai sebuah negara berdaulat,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol, Josep Borrell, dalam sebuah konferensi di Austria.

    Dilansir dari Haaretz pada Jumat, 21 September 2018, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sedang mendapat tekanan besar dari partai-partai pendukung kemerdekaan Palestina. Permasalahan ini sangat krusial karena bisa berdampak memicu sikap Israel terkait pengakuannya terhadap wilayah otonomi Katalonia sebagai sebuah negara merdeka.

    Baca: PBB Resmi Akui Palestina Sebagai Negara

    Seorang pria Palestina mengibarkan bendera bentrok dengan tentara Israel ketika melakukan aksi menuntut kembali ke tanah leluhur mereka di perbtasan Israel-Gaza di jalur Gaza, 18 Mei 2018. REUTERS/Mohammed Salem

    Baca: Organisasi Internasional Ini Mau Terima Palestina Jadi Anggota

    Sebelumnya pada 2017, pemerintah Spanyol, di Madrid, meminta kepada Israel untuk tidak mengakui kemerdekaan Katalonia. Israel menolak mendukung kedua belah pihak, dan menyebutnya sebagai konflik internal Eropa.

    Palestina telah diakui sebagai negara merdeka oleh 139 negara. Pada Januari 2018, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas meminta Uni Eropa untuk mengakui negara Palestina yang kemerdekaannya semenjak 1967. Beberapa negara Eropa telah mengakui kemerdekaan negara Palestina, namun ini sekedar gerakan simbolis yang memiliki sedikit efek diplomatik.

    Mahmoud Abbas mendesak Uni Eropa untuk dengan cepat mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat. Desakan ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memindahkan kantor kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mengakui wilayah tersebut sebagai ibukota Israel.

    HAARETZ | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.