Senin, 10 Desember 2018

Sakit Serius, Presiden Vietnam Meninggal

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Vietnam, Tran Dai Quang. REUTERS

    Presiden Vietnam, Tran Dai Quang. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vietnam, Tran Dai Quang, meninggal dunia, Jumat, 21 September 2018. Quang, 61 tahun, meninggal dunia di sebuah rumah sakit militer di ibu kota Hanoi, Vietnam, karena sebuah penyakit serius.

    Dikutip dari situs channelnewsasia.com pada Jumat, 21 September 2018, sejumlah dokter dalam negeri, dokter luar negeri dan tenaga medis profesional, telah berupaya menyembuhkan Quang. Tidak dipublikasi jenis sakit yang dideritanya.

    Vietnam memiliki tiga pemimpin tertinggi. Negara itu secara resmi dipimpin oleh Presiden, Perdana Menteri dan Ketua Partai Komunis Vietnam. Para ahli mengatakan, jabatan presiden umumnya hanya sebagai seremonial.

    Quang dipercaya untuk menduduki posisi Presiden Vietnam pada April 2016. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai menteri keamanan publik, yang bertugas mengumpulkan data intelinjen dan mengatasi ancaman asing terhadap Partai Komunis Vietnam.

    Baca: Jokowi Teken MoU Soal Pencurian Ikan Ilegal dengan Vietnam

    Presiden Vietnam, Tran Dai Quang. REUTERS

    Baca: 2020, Jokowi Ingin Nilai Perdagangan RI - Vietnam Capai USD 10 M

    Quang berasal dari sebuah komunitas petani kecil yang terletak di 115 kilometer wilayah selatan Hanoi. Karir politiknya naik melalui kepartaian hingga dia memegang posisi sebagai Kepala Kepolisian dan anggota Politburo, sebuah lembaga paling penting dalam pengambilan keputusan.

    "Kami terkejut mendengar kabar bahwa presiden telah meninggal dunia," kata Bui Duc Phi, Kepala Desa tempat dimana Quang dilahirkan.

    Rumor sakitnya Quang dalam beberapa bulan terakhir telah menyebar luas di media sosial. Dia terakhir kali muncul di publik saat kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Hanoi, Vietnam, pada 11 September 2018. Ketika itu, dia terlihat tidak sehat dan tersandung ketika naik sebuah panggung untuk melakukan inspeksi pasukan militer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.