Sabtu, 20 Oktober 2018

Jack Ma Batal Janjikan 1 Juta Lapangan Kerja di AS, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    Bos Alibaba Group, Jack Ma, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games 2022, yang akan digelar di lokasi markas Alibaba Group di Hangzhou, Cina. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Jack Ma mengatakan perusahaannya tidak dapat lagi memenuhi janjinya untuk menciptakan 1 juta lapangan kerja di Amerika Serikat setelah meningkatnya ketegangan perang dagang antara Cina dan AS.

    Jack Ma telah memperingatkan bahwa perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia dapat berlangsung beberapa dekade dan bahwa Cina harus memfokuskan ekspor pada rute perdagangan "Jalur Sutra", yang meliputi Afrika, Asia Tenggara dan Eropa, seperti dilaporkan Reuters, 21 September 2018.

    Baca: Jack Ma Sayangkan Perang Dagang Amerika, Minta Cina Fokus Ekspor

    Jack Ma bertemu Presiden AS Donald Trump dua tahun lalu dan menyusun rencana raksasa e-commerce Cina untuk membawa satu juta lapangan kerja dalam bisnis kecil di AS yang akan diakomodasi oleh perusahaannya untuk dijual kepada konsumen Cina selama lima tahun ke depan.

    Jack Ma dan Daniel Zhang (kanan), Chairman of the Board Alibaba Group yang baru. qz.com

    "Komitmen ini didasarkan pada hubungan kerjasama yang baik antara Cina-AS dan misi dari perdagangan bilateral," kata Jack Ma.

    "Situasi saat ini telah menghancurkan janji awal. Tidak ada cara untuk mewujudkan janji itu," tutur Ma.

    Meskipun Jack Ma belum menjelaskan secara rinci bagaimana ia akan menciptakan lapangan kerja di AS, ia mengatakan bahwa ia ingin mendorong usaha kecil Amerika Serikat untuk berjualan di pasar Alibaba, Tmall dan Taobao, dengan alasan bahwa setiap pengusaha baru yang bergabung dengan perusahaannya harus mempekerjakan seseorang untuk mengelola penjualan tambahan.

    Investor tampak tidak terpengaruh oleh komentar Jack Ma, dengan saham Alibaba ditutup naik 3,8 persen pada Rabu 210 September.

    "Persaingan disukai AS, namun Cina lebih menyukai harmoni, mereka adalah dua budaya yang berbeda," kata Jack Ma.

    " Dalam jangka pendek, komunitas bisnis di Cina, AS, Eropa semua akan mendapat masalah," kata Ma, "Hal ini akan berlangsung lama. Jika Anda menginginkan solusi jangka pendek, tidak ada solusi," kata Ma seperti dikutip CBS News.

    "Kita harus bekerja lebih banyak fokus di Afrika, Asia Tenggara, Eropa," kata Ma.

    Baca: Perang Dagang, Cina Akan Pangkas Tarif Impor Negara-negara Mitra

    Jack Ma yang akan mundur sebagai ketua Alibaba dalam setahun ke depan, memperkirakan perang dagang akan menyebabkan kekacauan bagi semua pihak yang terlibat.

    Selain membatalkan janji lapangan kerja di Amerika Serikat, Jack Ma Juga mengungkapkan perang dagang melalui tarif impor Amerika Serikat pada ratusan miliar dolar produk Cina dapat mendorong Cina untuk mengekspor ke tempat lain.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.