Memenangkan Ketua Partai, Shinzo Abe Jadi PM Jepang Terlama

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shinzo Abe. REUTERS/Issei Kato

    Shinzo Abe. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat Liberal, Kamis, 20 September 2018. Kemenangan Abe ini, mentasbihkannya sebagai Perdana Menteri Jepang dengan jabatan terlama, sekaligus mengukuhkan posisinya dan melanjutkan upayanya merevisi konstitusi pasifis. 

    Dikutip dari aljazeera.com pada Kamis, 20 September 2018, abe, 63 tahun, mendapatkan 553 suara. Sedangkan lawannya, mantan Menteri Pertahanan Jepang - Shigeru Ishiba, harus puas dengan 254 suara. Partai Demokrat Liberal adalah partai berkuasa di Jepang dan Abe merupakan ketua incumbent partai tersebut.     

    Karena masa jabatan Ketua Umum Partai Demokrat Liberal adalah 3 tahun, maka jumlah masa jabatan Abe akan menjadi terpanjang sebagai perdana menteri Jepang melampaui mantan Perdana Menteri Eisaku Sato dan mantan Perdana Menteri Shigeru Yoshida setelah Perang Dunia II.

    Pada September 2021, masa jabatan Abe akan tercatat terpanjang setelah restorasi Meiji ketika sistem parlementer dibentuk di Jepang. Abe menduduki posisi orang nomor satu di Jepang sejak September 2012.

    Baca: Banjir Jepang Semakin Parah, Shinzo Abe Tinjau Lokasi

    Shinzo Abe. REUTERS/Issei Kato

    Baca: Diancam Korea Utara, PM Jepang Abe Segera Amendemen Konstitusi

    Keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Kamis, 20 September 2018, menjelaskan Ishiba dianggap sukses berjuang dengan sangat baik pada pemilu ketua partai dari yang diperkirakan. Dengan begitu, dia tetap akan menjadi calon Ketua Umum dan calon perdana menteri Jepang pada masa yang akan datang. Sebab ketua umum Partai Liberal Demokrat tidak boleh lebih dari 3 kali. 

    “Ini waktunya untuk mengatur pasukan pertahanan dan melindungi perdamaian Jepang serta konstitusi kemerdekaan,” kata Abe, dalam pidato terakhirnya sebelum pemilihan Ketua Partai.  

    Ketika para pemilih Jepang banyak menempatkan keamanan sosial dan ekonomi sebagai prioritas mereka, Abe lebih ingin menyasar dilakukannya reformasi konstitusi pacifist atau konstitusi antiperang. Yu Uchiyama, ilmuan bidang politik dari Universitas Tokyo, mengatakan walaupun Abe memaksa sebuah revisi melalui parlemen, dia akan menghadapi sebuah referendum yang meningkatkan prospek politik gaya Brexit jika masyarakat menentang rencananya.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.