Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pakistan Berikan Status Warga Negara untuk Pengungsi Afganistan

image-gnews
PM Pakistan Imran Khan. Reuters
PM Pakistan Imran Khan. Reuters
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Pakistan baru, Imran Khan, berjanji akan memberikan status kewarganegaraan kepada para pengungsi Afganistan dan imigran Bengali.

"Mereka mendapatkan jaminan hak hidup di Pakistan," bunyi pernyataan resmi pemerintah seperti dikutip Al Arabiya, Selasa 18 September 2018.

Baca: Afganistan: Pakistan Suplai Senjata ke Militan

Pakistan telah menjadi rumah bagi 1,38 juta pengungsi Afganistan. [AP]

Pakistan, salah satu negara penampung pengungsi terbesar di dunia, adalah rumah bagi sekitar 1,4 juta pengungsi resmi Afganistan. Beberapa di antara pengungsi tersebut telah hidup di Pakistan sejak invasi Uni Soviet pada 1979.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain warga Afganistan, tulis Al Arabiya, ada juga sekitar seperempat juta kaum Bengali, di antaranya tiba selama perang saudara di Pakistan pada 1971. "Saat itu, Pakistan Timur menyatakan merdeka dan menjadi Bangladesh."Sejumlah pria Syiah Afghanistan mencium tiang sicu untuk mendapatkan keberkahan dalam perayaan Hari Nowruz, di kuil Kart-e-Sakhi di Kabul, Afghanistan, 21 Maret 2015. Sebuah festival Persia kuno tersebut dirayakan di sejumlah negarea seperti, Iran, Azerbaijan, Afganistan, Pakistan, India, Turki dan di antara suku bangsa Kurdi. AP Photo

Khan yang menghadiri sebuah jamuan makan malam di Karachi, Ahad 16 September 2018, mengatakan bahwa pemerintahannya akan memberikan status warga negara bagi orang-orang yang sudah lama tinggal di Pakistan.

Baca: Batas Akhir Pengungsi Afganistan di Pakistan Habis, Nasib Mereka?

"Hal pertama, saya akan kembali ke Islamabad. Insya Allah, kita akan menerima orang-orang dari Bangladesh yang mungkin telah tinggal di sini selama lebih dari 40 tahun dan anak-anak mereka telah tumbuh dewasa. Kami akan memberikan mereka paspor Pakistan dan kartu identitas nasional," kata Khan sebagaimana diberitakan AFP.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Uniknya Upacara Penurunan Bendera di Perbatasan India - Pakistan yang Ditonton Ribuan Pelancong

6 jam lalu

Upacara penurunan bendera di Wagah - Attari, perbatasan India - Pakistan (Godwin Angeline Benjo  on Unsplash)
Uniknya Upacara Penurunan Bendera di Perbatasan India - Pakistan yang Ditonton Ribuan Pelancong

Perbatasan Attari-Wagah punya sejarah penting bagi kedua negara sebagai pengingat tentang pemisahan India dan Pakistan.


Pakistan Boikot Perusahaan yang Dukung Israel

1 hari lalu

Sejumlah pengunjuk rasa memegang poster bertuliskan
Pakistan Boikot Perusahaan yang Dukung Israel

Pakistan membentuk komite untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan agar memboikot Israel sebagai bentuk dukungan ke Gaza


Bank ASI di Pakistan Tutup Sementara Menunggu Kepastian Hukum Islam

2 hari lalu

Bayi prematur Palestina yang dievakuasi dari Gaza di tengah konflik Israel dan Hamas, meminum susu saat mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibu Kota Administratif Baru (NAC), di timur Kairo, Mesir, 6 Desember 2023. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Bank ASI di Pakistan Tutup Sementara Menunggu Kepastian Hukum Islam

Bank ASI yang didirikan SICHN di Pakistan untuk sementara tutup hingga jelas secara hukum Islam.


Awal Penetapan 12 Juli sebagai Hari Malala, Begini Perjuangan Malala Yousafzai Aktivis Perempuan

13 hari lalu

Malala Yousafzai berfoto dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada acara Youth Assembly di markas PBB, New York (12/7). Dalam acara ini hari kelahiran Malala  yang jatuh pada 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Malala.  REUTERS/Brendan McDermid
Awal Penetapan 12 Juli sebagai Hari Malala, Begini Perjuangan Malala Yousafzai Aktivis Perempuan

Apa itu Hari Malala yang diperingati setiap 12 Juli? Bagaimana perjuangan Malala Yousafzai untuk pendidikan perempuan?


Hari Malala Ingatkan Perjuangan Malala Yousafzai Aktivis yang Memperjuangkan Hak Perempuan di Pakistan

13 hari lalu

Malala Yousafzai dinobatkan menjadi pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Termuda sekaligus pemenang Hadiah Nobel Termuda oleh Guinnes World Records. Pada 2014, Malala memeroleh penghargaan Nobel tersebut ketika dirinya berusia 17 tahun. REUTERS
Hari Malala Ingatkan Perjuangan Malala Yousafzai Aktivis yang Memperjuangkan Hak Perempuan di Pakistan

Nama Malala Yousafzai terkenal berkat perannya memperjuangkan hak perempuan dalam pendidikan. Hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Malala.


PM Pakistan Sarankan Putin Pakai Sistem Barter untuk Hindari Sanksi Barat

21 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Astana, Kazakhstan, 3 Juli 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
PM Pakistan Sarankan Putin Pakai Sistem Barter untuk Hindari Sanksi Barat

PM Pakistan Shehbaz Sharif menyarankan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjalankan perdagangan secara barter untuk hindari sanksi Barat


Realme 12 4G Debut di Pakistan

27 hari lalu

Realme 12. Timesnow
Realme 12 4G Debut di Pakistan

Realme kembali masuk pasar ponsel Pakistan dengan merilis Realme 12+ dan Realme 12 4G


Profil Benazir Bhutto, Perdana Menteri Wanita Pertama di Pakistan dan Kematiannya yang Tragis

32 hari lalu

Foto Benazir Bhutto ini diambil beberapa saat sebelum ia terbunuh pada 27 Desember 2007 di Rawalpindi, Pakistan. Benazir Bhutto saat itu tengah berdiri dari mobil antipeluru untuk melambaikan tangan ke kerumunan di sekitarnya. Benazir ditembak di bagian leher oleh seorang pembunuh yang kemudian juga meledakkan sebuah bom bunuh diri. Pembunuhan itu terjadi ketika ia baru saja meninggalkan Liaquat National Bagh di Rawalpindi dalam rangka kampanye pemilihan umum pada awal tahun 2008. boredpanda.com
Profil Benazir Bhutto, Perdana Menteri Wanita Pertama di Pakistan dan Kematiannya yang Tragis

Benazir Bhutto lahir pada 21 Juni 1953, ia adalah perdana menteri wanita pertama di Pakistan, sebuah negara Islam. Kenapa kematiannya tragis?


Laki-laki di Pakistan Tewas Dikeroyok Massa karena Bakar al Quran

34 hari lalu

Ilustrasi anak membaca Al Quran. AP
Laki-laki di Pakistan Tewas Dikeroyok Massa karena Bakar al Quran

Kepolisian Swat mengkonfirmasi seorang laki-laki tewas dikroyok massa atas dugaan menghina al Quran


Inflasi di Pakistan Berdampak pada Harga Hewan Kurban

40 hari lalu

Ilustrasi sapi qurban. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Inflasi di Pakistan Berdampak pada Harga Hewan Kurban

Warga Pakistan mengeluhkan mahalnya hewan kurban untuk Idul Adha, di tengah masalah inflasi yang dihadapi negara tersebut.