Lulusan S3 di India Berebut Lowongan Kerja Posisi Administrasi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pencari kerja mengantre saat menghadiri Indonesia Career Expo di Balai Kartini, Jakarta, 24 Januari 2018. Pihak penyelenggara tidak memungut biaya masuk atau menggratiskan acara ini bagi para pencari kerja. TEMPO/Tony Hartawan

    Sejumlah pencari kerja mengantre saat menghadiri Indonesia Career Expo di Balai Kartini, Jakarta, 24 Januari 2018. Pihak penyelenggara tidak memungut biaya masuk atau menggratiskan acara ini bagi para pencari kerja. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar satu juta orang mengajukan lamaran untuk mengisi sekitar 700 lapangan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil di Negara Bagian Telangana, India. Dari jumlah tersebut jumlah terbanyak adalah lulusan S3, sisanya lulusan S2 atau S1 bidang mesin. Mereka melamar untuk posisi yang hanya membutuhkan tingkat pendidikan sekolah menengah atau posisi administrasi.

    Data yang tercatat memperlihatkan ada 372 pelamar lulusan S3 dengan gelar Ph.d, 539 pelamar lulusan S3 bergelar M.Phil dan lebih dari seribu pelamar lulusan S2. Dari lamaran yang masuk itu, sekitar dua ribu lamaran adalah lulusan teknik.

    "Kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya dan saya rasa juga tidak terjadi di negara bagian Andhra Pradesh atau wilayah lain di selatan India. Padahal, kami membutuhkan mereka untuk mengisi posisi junior," kata Kepala Komisi Layanan Publik Negara Bagian Telangana, seperti dikutip dari situs ndtv.com pada Selasa, 18 September 2018.

    Baca: Kisah Calon Doktor Teknologi, Mengojek Sambil Kuliah S3

    Pada 2018, ada sekitar 10 ribu orang duduk mengikuti ujian untuk menduduki posisi pegawai administrasi desa atau VRO di Negara Bagian Telangana. Pada pembukaan lowongan pekerjaan VRO terakhir kalinya atau pada 2011 ada sekitar 6 ribu pelamar yang berasal dari sejumlah negara bagian.

    "Saya adalah lulusan teknik elektro. Pekerjaan di luar lembaga pegawai pemerintahan gajinya hanya Rs 15 ribu (Rp 3 juta). Sedangkan di pemerintahan, kami mendapat jaminan keamanan dan gajinya hampir dua kali lipat dari yang saya peroleh di sektor swasta," kata Prashant, seorang pelamar, yang mengikuti ujian pada Minggu, 16 September 2018.

    Baca: Investigasi: Modus UNJ Menggelar Program Doktor Abal-abal  

    Dia menceritakan, meskipun dia dan para pelamar lainnya lebih memenuhi kriteria untuk jabatan lebih tinggi dari pada posisi administrasi, dia pun pesimis bisa mendapat pekerjaan itu karena ketatnya persaingan.

    "Ada lulusan S3, S2 dan pengacara. Untuk setiap departemen ada lebih dari 1100 orang yang berkompetisi," kata Durga Prasad, pelamar, yang merupakan lulusan teknik mesin.

    Durga Prasad dan Prashant adalah sarjana yang lulus pada 2018. Mereka gagal mencari pekerjaan yang cocok dengan kualifikasi dan keinginan mereka. Walhasil, mereka bekerja sebagai kurir makanan di India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.