Rabu, 21 November 2018

Banjir Bandang di Nigeria, 100 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    Ilustrasi banjir. ANTARA/ZAbur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir bandang merendam 10 negara bagian di wilayah tengah dan selatan Nigeria. Badan Penanganan Bencana National Nigeria pada Senin, 17 September 2018, melaporkan jumlah korban tewas akibat musibah ini diperkirakan 100 orang.

    Dikutip dari Reuters pada Selasa, 18 September 2018, banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Banjir bandang di Nigeria hampir terjadi setiap tahun setiap masuk musim hujan.

    Baca: Banjir di Nigeria, 35 Orang Tewas

    Banjir bandang di Nigeria telah menewaskan hampir 100 orang, Selasa, 18 September 2018. Sumber: Reuters

    Baca: Lebih dari 400 Orang Tewas Akibat Banjir di Sierra Leone

    Musibah ini diperparah karena buruknya infrastruktur dan kurangnya perencanaan upaya perlindungan terhadap penanganan banjir. Musibah banjir pada 2018 ini, tercatat sebagai yang terburuk sejak 2012.

    "Berdasarkan data, sejauh ini sekitar 100 orang tewas di total 10 negara bagian," kata Sani Datti, Juru bicara Badan Penanganan Bencana National Nigeria.

    Datti mengatakan empat negara bagian yakni, Kogi, Niger, Anambra dan Delta, telah menyatakan musibah ini sebagai bencana alam nasional sehingga pemerintah federal harus turun tangan untuk melakukan pencarian korban hilang, penyelamatan dan program rehabilitasi.

    Banjir bandang telah menghancurkan rumah-rumah penduduk di wilayah pinggir Lokoja, ibu kota Kogi. Kota Kogi dialiri sungai terpanjang di Afrika sehingga membuat wilayah itu semakin rentan bencana banjir. Musibah banjir pada beberapa tahun terakhir, telah membuat ratusan ribu masyarakat Nigeria kehilangan tempat tinggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.