Kamis, 15 November 2018

Gara-gara Media Sosial, Pilot Angkatan Udara India Kurang Tidur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot Angkatan Udara India [indiaeducation.net]

    Pilot Angkatan Udara India [indiaeducation.net]

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara India menyatakan pilot angkatan udara dilanda kekurangan tidur karena menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial.

    Kepala staf Marsekal Birender Shingh Dhanoa menyerukan militer untuk mengembangkan sistem untuk menilai seberapa baik pilot beristirahat sebelum terbang.

    Baca: 1.000 Perempuan Arab Saudi Lamar Jadi Pilot di Maskapai Flynas

    "Semua orang tampaknya menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial, sampai larut malam," kata Marsekal Birender Singh Dhanoa pada konferensi Society of Aerospace Medicine India ke-57 di Bengaluru, seperti dilansir dari Russia Today, 16 September 2018.

    "Kebanyakan briefing penerbangan, kadang-kadang, dilakukan pada pukul 6 pagi dan pilot belum cukup tidur," kata Dhanoa.

    Kepala Staf Angkatan Udara India, Birender Singh Dhanoa [India Today]

    Dhanoa melanjutkan saat ini Angkatan Udara India (IAF) telah memiliki sistem untuk mengetahui kadar alkohol pilot sebelum terbang, namun belum ada sistem yang mengukur seberapa cukup istirahat tidur pilot.

    "Kalau dulu pilot minum terlalu banyak, penjaga bar itu akan tahu. Jika dia tidak menyadarinya, yang lain akan tahu dan dia akan diberhentikan terbang untuk hari itu. Hari ini kita bahkan memiliki alat analisa nafas," kata Dhanoa.

    "Oleh karena itu, kami membutuhkan sistem di mana orang dapat mengetahui apakah pilot sudah tidur," tambahnya.

    Baca: Penumpang Kaget Lihat Pilot United Airlines Tidur Saat Terbang

    Permintaan Dhanoa untuk sistem semacam itu dilakukan setelah Angkatan Darat India mengakui bahwa tidak mungkin untuk memisahkan personel dengan ponsel cerdas mereka.

    Sementara militer menerima penggunaan smartphone, namun efek penggunaan ponsel pintar berbahaya bagi IAF, karena angka kecelakaan menunjukkan 3,2 kasus kecelakaan udara untuk setiap 10.000 jam terbang, dan memiliki tingkat kecelakaan paling banyak dibanding angkatan udara negara lain.

    Seorang tentara India berjaga di sekitar bangkai pesawat Mig-21 AU India, yang jatuh di wilayah Soibugh daerah Budgam. Pilot pesawat tempur Mig-21 berhasil selamat, setelah meloncat menggunakan parasut. Srinagar, India, 24 Agustus 2015. Getty Images

    Pada Maret, mencatat bahwa IAF telah kehilangan 31 pesawat untuk kecelakaan dalam waktu empat tahun antara 2014 dan 2018.

    Kekurangan tidur memang bukan penyebab semua kecelakaan, namun Dhanoa mengakui bahwa kecelakaan fatal pada 2013 dikarenakan pilot kurang tidur yang cukup.

    Baca: Pesawat Jatuh di Nepal Karena Pilot Kesal Kepada Pramugari

    "Saya meminta secara profesional untuk menemukan solusi untuk masalah ini," tutur Dhanoa.

    Dhanoa mengatakan meskipun media sosial telah menjadi komunikasi penting yang tak bisa dipungkiri, namun media sosial membuat kemampuan komunikasi langsung terganggu, dan dalam kasus ini menyebabkan gangguan tidur pada pilot angkatan udara India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.