Rabu, 26 September 2018

UNICEF: Perang Yaman Neraka Bagi Kehidupan Anak

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adnan al-Bakili, 20 tahun, penderita kanker usus besar, menunggu di atas tandu di luar Pusat Onkologi Nasional di Sanaa, Yaman, 6 Agustus 2018. Pusat Onkologi Nasional di Sanaa mengakui terdapat sekitar 600 pasien kanker baru setiap bulan. REUTERS/Khaled Abdullah

    Adnan al-Bakili, 20 tahun, penderita kanker usus besar, menunggu di atas tandu di luar Pusat Onkologi Nasional di Sanaa, Yaman, 6 Agustus 2018. Pusat Onkologi Nasional di Sanaa mengakui terdapat sekitar 600 pasien kanker baru setiap bulan. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan UNICEF di Yaman menunjukkan lebih dari 11 juta anak, atau sekitar 80 persen dari penduduk negara di bawah usia 18 tahun, menghadapi ancaman kekurangan makanan, penyakit, pengungsian dan kekurangan akses layanan sosial.

    “Konflik telah membuat Yaman menjadi neraka kehidupan bagi anak-anak,” ungkap Meritxell Relano, perwakilan UNICEF di Yaman, seperti dilansir Reuters.

    Baca: UNICEF:14 Juta Anak Korban Konflik di Timteng Menderita

    Anak-anak Yaman yang menjadi korban serangan udara di Saada, Yaman, 9 Agustus 2018. REUTERS/Naif Rahma

    Menurut catatan UNICEF, lembaga di bawah naungan PBB, sekitar 8,4 juta dari 28 juta penduduk di Yaman diyakini berada di ambang kelaparan dan 22 juta orang lainnya bergantung dengan bantuan kemanusiaan.

    “Diperkirakan 1,8 juta anak kekurangan gizi. Hampir 400 ribu mengalami kekurangan gizi akut dan mereka harus berjuang setiap hari untuk mempertahankan hidupnya,” tambahnya.

    UNICEF telah memberikan bantuan pengobatan bagi 244 ribu anak di bawah umur lima tahun yang kekurangan gizi dengan pengobatan sejak awal 2018. Lembaga ini juga memberikan perawatan mikronutrein kepada lebih dari 317 ribu anak balita.Warga memeriksa bangunan yang rusak akibat serangan udara koalisi Arab Saudi di Amran, Yaman, 25 Juni 2018. Serangan koalisi Arab Saudi menewaskan delapan orang, yang merupakan satu keluarga. REUTERS/Khaled Abdullah

    Koordinator Lembaga Kemanusian PBB, Lise Grande, mengatakan pihak yang terkait dengan konflik berkewajiban melakukan perlindungan warga sipil, dan infrastruktur sipil, juga memastikan orang-orang mendapatkan akses bantuan yang mereka berhak dan butuhkan untuk bertahan hidup.

    “Harga hidup manusia dan dampak kemanusiaan dari konflik ini tidak dapat dibenarkan,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan.

    Baca: Perang Yaman, Pangeran Saudi Salahkan Raja Salman dan Putranya

    Perang Yaman yang dilatar belakangi oleh konflik antara koalisi negara Arab Muslim Sunni, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melawan Houthi yang mendapatkan dukungan Iran. Koalisi Arab Saudi memblokir jalur impor Yaman  sehingga memperlambat bantuan ke Yaman.

    REUTERS | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.