Rabu, 26 September 2018

Pantau Latihan Perang Terbesar Rusia, Apa Kata Vladimir Putin?

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong untuk menonton latihan militer di tempat pelatihan

    Presiden Rusia Vladimir Putin memegang teropong untuk menonton latihan militer di tempat pelatihan "Telemba", sekitar 80 kilometer utara kota Chita selama latihan perang Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, Kamis, 13 September 2018. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menghadiri latihan perang terbesar yang pernah digelar Rusia, yang melibatkan sekitar 300.000 pasukan bersama pasukan Cina dan Mongolia.

    Dilaporkan Associated Press, 13 September 2018, latihan perang Vostok "Timur" 2018 menjangkau hamparan luas daratan Siberia dan Timur Jauh, Arktik, dan Samudra Pasifik, dan memamerkan kekuatan militer Rusia dan Cina.

    Baca: Latihan Perang Rusia Vostok 2018, 5 Senjata Andalan Dikerahkan

    Selain ratusan ribu pasukan, sekitar 1.000 pesawat Rusia dan 36.000 tank dan kendaraan tempur lainnya juga dilibatkan. Latihan ini bahkan melampaui skala latihan yang digelar Uni Soviet pada 1981 yang dikenal Zapad 81.

    Parade militer saat latihan perang Vostok 2018 saat melewati area latihan militer Tsugol, 13 September 2018. [Alexei Nikolsky / Sputnik]

    Cina mengirim sekitar 3.200 pasukan, 900 kendaraan tempur dan 30 pesawat untuk bergabung di area latihan di Siberian.

    Baca: Rusia Ingin Akhiri Sengketa Kepulauan dengan Jepang

    Berbicara di lapangan latihan Tsugol sekitar 130 kilometer utara perbatasan dengan Cina, di mana tentara Rusia dan Cina melakukan latihan bersama, Putin memuji pasukan untuk keterampilan mereka, mengatakan mereka menunjukkan kemampuan mereka untuk mencegat potensi ancaman militer.

    Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk menyaksikan latihan militer di tempat pelatihan "Telemba", sekitar 80 kilometer utara kota Chita selama latihan perang Vostok 2018 di Siberia Timur, Rusia, Kamis, 13 September 2018.(Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

    Dia menekankan bahwa Rusia adalah negara yang damai, tetapi mencatat bahwa negara perlu memperkuat kemampuan militernya agar siap sedia untuk melindungi kedaulatannya, keamanan dan kepentingan nasional, dan, jika perlu, mendukung sekutu.

    Baca: Mantan Pengawal Vladimir Putin Tantang Oposisi Rusia Berkelahi

    Vladimir Putin, seperti dilansir dari Sputniknews, menekankan kepada prajurit yang mengikuti latihan perang bahwa dia sangat menilai kinerja tentara dan angkatan laut Rusia di latihan Vostok 2018.

    Parade militer saat latihan perang vostok 2018 [Alexei Nikolsky / Sputnik]

    "Hari ini di sini, di area latihan Tsugol di Wilayah Zabaikalsky, tahap puncak dari latihan perang (Vostok 2018) berakhir. Anda mendemonstrasikan kinerja tingkat tinggi. Semua unit dan formasi telah memenuhi tugas yang ditetapkan," kata Putin, dikutip dari Sputniknews.

    Baca: Cina -- Rusia Kerja Sama Ekonomi - Teknologi Rp 1500 Triliun

    Wakil Menteri Pertahanan Rusia Kolonel Jenderal Alexander Fomin menekankan pekan lalu bahwa latihan perang Vostok 2018 bukanlah aksi anti-NATO. Fomin juga mencatat bahwa 91 pengamat dari 57 negara, Misi Penghubung Militer NATO dan Delegasi Uni Eropa diundang ke Rusia menghadiri latihan perang Vostok 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.