Senin, 24 September 2018

Desa di Swiss Beri Warga Tunjangan Pendapatan Hingga Rp 38 Juta

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desa Rheinau, Swiss [wikipedia.org]

    Desa Rheinau, Swiss [wikipedia.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Desa Rheinau, dekat perbatasan Swiss dengan Jerman, akan memperkenalkan program pendapatan dasar universal atau Universal Basic Income (UBI) sebesar 2.500 Franc Swiss atau sekitar Rp 38 juta (kurs Rp 15.277) per bulan, untuk setiap penduduk desa yang mendaftar selama percobaan.

    Dilansir dari Sputniknews, 11 September 2018, dewan desa Rheinau memutuskan untuk melanjutkan skema setelah lebih dari setengah dari 1.300 penduduknya mendaftar untuk program percobaan ini dan mulai berupaya untuk mencari sumber dana.

    Baca: Terlalu Kaya, Kota Prancis Ini Tidak Memungut Pajak dari Penduduk

    Dua tahun lalu, Swiss menolak pendapatan dasar universal yang didanai pembayar pajak nasional dalam referendum. Namun pendapatan dasar universal atau tunjangan bagi warga negara, merupakan eksperimen Rheinau yang akan didanai melalui crowdfunding dan sumbangan dari institusi.

    Menurut kondisi eksperimen, dana UBI sebesar 2.500 Franc Swiss tidak akan ditawarkan selain pendapatan lain yang diterima oleh warga negara yang bekerja. Sebaliknya, UBI akan diberikan kepada mereka yang penghasilannya kurang angka minimum.

    Desa Rheinau di Swiss [wikipedia.org]

    Pembayaran akan dibedakan berdasarkan usia, dengan orang-orang di bawah 18 tahun menerima 625 Franc Swiss(Rp 9,5 juta), dan mereka yang di atas 25 tahun menerima jumlah penuh 2.500 Franc Swiss per bulan (Rp. 38 juta).

    Untuk mencegah masuknya pendatang baru, hanya mereka yang pindah ke Rheinau sebelum 5 Juni yang memenuhi syarat untuk mendaftar program eksperimen ini.

    Baca: Menolak Salaman, Sepasang Muslim Ditolak Jadi Warga Swiss

    Dilansir dari The Local, hampir 600 orang telah mendaftar untuk ambil bagian dalam eksperimen pendapatan dasar (UBI) universal di kota utara Swiss ini.

    Dalam tujuh hari sejak proses pendaftaran dimulai, 588 penduduk kota telah setuju untuk mengambil bagian dalam proyek yang akan melihat orang dewasa yang berpartisipasi menerima penghasilan dasar universal (UBI) sebesar 2.500 Swiss Franc.

    Mata uang Franc Swiss [lenews.ch]

    Pembuat film Swiss, Rebcecca Panian, mengatakan angkanya hampir melebihi target yakni 660 pendaftar, angka pendaftar ini setara dengan setengah populasi Rheinau dan dia menganggapnya sebagai tingkat minimum partisipasi mutlak yang diperlukan sebelum tahap penggalangan dana proyek dapat berjalan.

    Uang untuk proyek UBI selama 12 bulan dari crowdfunding dan swasta diperkirakan mencapai tiga hingga lima juta Franc Swiss (Rp 45 miliar hingga Rp 76 miliar).

    Jika Panian dapat memperoleh pendanaan, ia berencana untuk memfilmkan hasil yang disertai oleh tim empat peneliti termasuk sosiolog, ahli ekonomi dan ahli bahasa media.

    Baca: Solidaritas Gempa Lombok, Pesta Merdeka Swiss Galang Dana Bantuan

    Panian terinspirasi oleh referendum 2016 di mana pemilih Swiss mengatakan tidak pada gagasan UBI 2.500 Franc Swiss atas kekhawatiran tentang bagaimana program akan didanai serta ketakutan itu bisa membahayakan sistem kesejahteraan sosial yang ada di Swiss.

    Tetapi Panian sangat yakin bahwa gagasan ini layak untuk docba dalam eksperimen praktis yang mendalam dan bukan hanya diskusi.

    Batas waktu untuk pendaftaran dalam proyek ini adalah 17 September tetapi hanya penduduk yang pindah ke Rheinau sebelum 5 Juni yang berhak untuk ambil bagian.

    Sementara peserta yang memperoleh pendapatan UBI lebih dari 2.500 Franc Swiss, bahkan jika uang itu berasal dari kesejahteraan sosial, akan diminta untuk membayar kembali uang yang diterima selama periode 12 bulan jika percobaan berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep