Kamis, 15 November 2018

Ini Alasan Daging Ular Jadi Makanan Terkenal di Vietnam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ular Piton (ilustrasi).

    Ular Piton (ilustrasi).

    TEMPO.CO, Jakarta - Ular telah menjadi santapan terkenal di Vietnam. Daging ular disajikan dalam berbagai jenis hidangan, bahkan darah ular bisa ditambahkan pada sake sehingga menjadinya makanan bergizi.

    Dikutip dari situs ndtv.com pada Selasa, 11 September 2018, masyarakat Vietnam biasanya menangkap ular di wilayah utara negara itu. Secara tradisional, daging ular dipercaya bisa membantu mendinginkan suhu tubuh, menghilangkan sakit kepala dan melancarkan pencernaan.

    Dinh Tien Dung, Chef, mengatakan sejumlah restoran di Vietnam umumnya akan mengolah daging ular dengan cara direbus atau digoreng dengan sambal lalu disajikan dengan sake yang sudah dicampur darah ular. Dinh yang bekerja di restoran Yen Bai atau sekitar tiga jam dari wilayah utara ibu kota Hanoi, Vietnam, dengan luwes mengeksekusi seekor ular dengan memegang kepala ular dengan satu tangan dan menyembelihnya. Dia lalu memeras bagian yang disembelih untuk mengeluarkan darah ular dan mencampurnya ke dalam sake.      

    “Kami memanfaatkan setiap bagian dari ular tersebut, kecuali kepala dan sisiknya,” kata Dinh, 32 tahun.

    Baca: Uji Nyali dengan Kuliner Ekstrem Reptilia  

    Ilustrasi daging ular/ular kobra. Shutterstock.com

    Baca: Ular Piton di Australia Terekam Kamera saat Memangsa Buaya Dewasa

    Duong Duc Doc, 35 tahun, pemilik restoran, mengatakan masyarakat lokal meyakini hanya laki-laki berusia di atas 50 tahun yang boleh minum sake bercampur darah ular. Namun laki-laki berusia muda umumnya meminum sake dengan campuran darah ular untuk mengobati sakit punggung atau impotensi. Sedangkan daging ular dikonsumsi untuk berbagai manfaat.        

    “Daging ular adalah makanan yang sangat bagus. Rasanya lezat, baik untuk kesehatan dan bagus untuk tulang Anda,” kata Duong, yang mengaku membuat perangkap ular di hutan.

    Menanggapi kondisi ini, ahli satwa liar dari Four Paws International, mengatakan membunuh hewan liar seperti ular dan mengganggu ekosistem hutan sangat tidak diperlukan. Sebab produksi daging dunia sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.