Kamis, 15 November 2018

Najib Razak Sebut Uang Rp 1,5 Triliun Donasi dari Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas PM Malaysia Najib Razak melakukan wawancara pertama dengan Reuters di sebuah resor di Langkawi soal kasus dugaan korupsi 1MDB, Rabu, 20 Juni 2018. Reuters

    Bekas PM Malaysia Najib Razak melakukan wawancara pertama dengan Reuters di sebuah resor di Langkawi soal kasus dugaan korupsi 1MDB, Rabu, 20 Juni 2018. Reuters

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur – Bekas Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, merilis dokumen untuk mendukung klaim bahwa dana kontroversial senilai RM2,6 miliar atau Rp9,3 triliun yang masuk dalam rekening deposito pribadi atas namanya merupakan donasi dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

    Baca:

    PM Mahathir Sebut Banyak Pencuri di Era Najib Razak

    Uang donasi itu pertama kali muncul ke publik lewat pemberitaan media Wall Street Journal pada Juli 2015 terkait investigasi atas penggunaan dana 1Malaysia Development Berhad.

    Najib mengunggah hasil pemindaian dokumen itu di akun Facebook miliknya pada Senin, 10 September 2018, yang menunjukkan ada transfer senilai US$80 juta atau sekitar Rp1,2 triliun dari kementerian Keuangan Arab Saudi. Dan sebanyak US$20 juta atau sekitar Rp300 miliar dari Pangeran Faisal Turkey Al-Saud.

    Baca: Malaysia Mau Batasi Pengaruh Partai Politik Terhadap Media

    “Dalam hubungan persahabatan yang telah terbangun selama bertahun-tahun ini dan ide-ide baru Anda sebagai pemimpin Islam, saya dengan ini memberikan Anda sumbangan senilai US$100 juta sebagai hadiah, yang akan dikirimkan kepada Anda pada waktu dan cara yang saya pikir tepat,” begitu kata Pangeran Abdul Aziz seperti tertulis dalam dokumen di laman Facebook Najib Razak.

    Menurut surat tertanggal 1 Februari 2011, pangeran itu juga menulis bahwa hadiah ini tidak boleh dianggap sebagai bagian dari tindak korupsi karena ini melanggar ajaran Islam. “Dan saya secara pribadi tidak mendukung praktek seperti itu,” kata pangeran dalam suratnya itu.

    Baca: 

    Najib Razak Minta Jho Low Bertanggung Jawab Soal Equanimity?

    Menurut Najib Razak, sumbangan itu diterimanya pasca terjadinya Arab Spring, yang merupakan serangkaian protes anti pemerintah di kawasan Timur Tengah menjelang akhir 2010.

    “Saat itu almarhum Raja Abdullah merasa sangat prihatin dan bertindak dengan memberikan dana kepada para pemimpin Muslim dan pemerintahan Muslim untuk menjaga stabilitas,” kata Najib sambil menambahkan raja merasa khawatir bakal terjadi Malaysian Spring.

    Menurut Najib, karena dia tidak lagi menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dan Raja Abdullah telah meninggal maka dia membuka dokumen ini,”Untuk membersihkan nama saya dari berbagai tuduhan dan pencemaran nama baik.”

    Baca: 

    Mahathir Batalkan 2 Proyek Cina, Sebut Pemerintahan Najib Bodoh

    Mayoritas dana itu kemudian, menurut Najib, digunakan untuk keperluan Barisan Nasional seperti pembelian mobil van untuk pengurus UMNO Johor. Dia mengaku akan membuka bukti lebih banyak di masa depan.

    Seperti dilansir Reuters, Najib saat ini menjalani persidangan sebagai terdakwa dalam kasus menerima uang transfer di rekening pribadinya dari SRC International senilai Rp150 miliar. Najib juga terkena kasus kedua yaitu pencucian uang dan kasusnya telah masuk pengadilan Malaysia. Jika terbukti, Najib bisa terkena hukuman 20 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.