Selasa, 13 November 2018

Korea Selatan Minta Dukungan Indonesia untuk Perdamaian Korea

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berbicara dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengunjungi pusat perbelanjaan Dongdaemun Design Plaza di Seoul, Korea Selatan, Senin, 10 September 2018. Presiden Jokowi melihat kawasan Dongdaemun menyerupai kawasan Tanah Abang. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berbicara dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat mengunjungi pusat perbelanjaan Dongdaemun Design Plaza di Seoul, Korea Selatan, Senin, 10 September 2018. Presiden Jokowi melihat kawasan Dongdaemun menyerupai kawasan Tanah Abang. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, meminta bantuan Indonesia untuk mendukung upaya mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea selama kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan.

    Indonesia memiliki hubungan sejarah dengan Korea Utara. Presiden pertama Indonesia, Soekarno, adalah teman pendiri Korea Utara Kim Il Sung, kakek Kim Jong Un. Keduanya, yang berbagi ketidakpercayaan dengan kekuatan Barat, menjalin hubungan diplomatik pada 1950-an.

    Baca: Kejutan Jokowi untuk WNI di Korea Selatan: Akte Kelahiran dan ...

    Putri Sukarno, Megawati Sukarnoputri, bertemu dengan ayah diktator Kim Jong Un, Kim Jong Il, pada tahun 2002 ketika dia menjabat sebagai presiden.

    Dilaporkan Associated Press, 11 September 2018, dalam sebuah pertemuan di Seoul, Moon menjelaskan perkembangan terakhir di Semenanjung Korea kepada Presiden Joko Widodo dan meminta dukungannya untuk upaya mencapai perdamaian dan denuklirisasi.

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat kemeja saat mengunjungi pusat perbelanjaan Dongdaemun Design Plaza di Seoul, Korea Selatan, Senin, 10 September 2018. Setelah melihat kawasan Dongdaemun, Presiden Jokowi mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan kawasan serupa di Indonesia. Foto: Biro Pers Setpres

    Moon juga mengucapkan terima kasih karena telah membantu kerja sama antar-Korea selama Asian Games baru-baru ini di Indonesia. Atlet dari dua Korea berbaris bersama dalam upacara pembukaan dan penutupan dan menurunkan tim gabungan di beberapa cabang.

    Baca: Presiden Korea Selatan Ajak Jokowi Blusukan ke Dongdaemun

    Jokowi mengundang Moon dan Kim Jong Un ke upacara pembukaan Asian Games 2018, tetapi tidak hadir dan mengirim perwakilan.

    Jokowi mengatakan dia berharap hubungan Indonesia dengan Korea Selatan akan semakin kuat. Moon sendiri akan mengadakan pertemuan ketiga dengan Kim Jong Un di Pyongyang minggu depan.

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in ditemani Ibu Negara Kim Jung-sook, dan Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi, bersama Ibu Negara Indonesia Iriana Joko Widodo menyaksikan tarian saat upacara penyambutan di Istana Changdeokgung, Seoul, Korea Selatan, Senin, 10 September 2018. Jeon Heon-kyun/Pool via Reuters

    Kim Jong Un baru-baru ini mengatakan mengunjungi pejabat senior Korea Selatan bahwa ia memiliki keyakinan pada Presiden AS Donald Trump dan menegaskan kembali komitmennya untuk Semenanjung Korea yang bebas nuklir.

    Presiden Moon Jae-in bertemu dengan Presiden Indonesia Jokowi Widodo pada Senin 10 September untuk kerjasama bilateral dan meningkatkan hubungan antara kedua negara.

    Baca: Jalan Bareng Wali Kota, Jokowi Ingin Ciliwung Tiru Cheonggyecheon

    "Indonesia adalah sahabat baik kami dan mitra penting dari Kebijakan Korea Selatan Baru yang ditekankan oleh pemerintah kami. Kedua negara telah melihat hubungan kerjasama yang membuka mata dalam 45 tahun terakhir hubungan diplomatik," kata Moon, seperti dikutip dari Korea Times.

    Kunjungan Presiden Jokowi adalah adalah balasan kunjungan Presiden Moon Jae-in yang bekunjung ke Jakarta tahun lalu, di mana keduanya sepakat meningkatkan hubungan "kemitraan strategis khusus" antara Indonesia dan Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?