Kamis, 15 November 2018

Arab Saudi Tahan Pria Mesir Lantaran Sarapan Bersama Perempuan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita Arab Saudi menyaksikan pertandingan sepak bola antara Al-Ahli melawan Al-Batin di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, 12 Januari 2018. Perempuan di Arab Saudi untuk pertama kalinya diperbolehkan menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. REUTERS/Reem Baeshen

    Sejumlah wanita Arab Saudi menyaksikan pertandingan sepak bola antara Al-Ahli melawan Al-Batin di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, 12 Januari 2018. Perempuan di Arab Saudi untuk pertama kalinya diperbolehkan menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion. REUTERS/Reem Baeshen

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi telah menahan seorang pekerja hotel berkebangsaan Mesir dikarenakan kedapatan disuapi makanan oleh rekan kerjanya seorang perempuan Saudi saat sarapan. Kejadian ini direkam dan dibagikan ke media sosial.

    Dalam rekaman video, pasangan tersebut tampak sarapan di meja yang sama dan melambaikan tangannya ke kamera.

    Baca: Arab Saudi Pertama Kali Pekerjakan Wanita dalam Ibadah Haji

    Wanita Arab Saudi tersebut mengenakan jubah hitam tradisional yang menutupi semua tubuhnya, kecuali mata dan tangannya, sambil menyuapi pria Mesir dengan sepotong makanan.

    Sebuah pernyataan oleh Kementerian Tenaga Kerja pada Minggu, mengungkapkan tim inspeksi telah mengunjungi hotel yang berada di barat kota Mekah, dan menahan pria Mesir atas pelanggaran pribadi bekerja pada profesi yang terbatas, tanpa memberikan rincian. Pemilik hotel juga ikut dipanggil untuk diinterogasi.

    Baca: Arab Saudi Izinkan Perempuan Berbisnis Tanpa Izin Muhrimnya

    Pemerintah Arab Saudi telah membuat aturan dan menetapkan bahwa harus memastikan pengaturan pribadi untuk karyawan perempuan di tempat kerja, yang terpisah dengan karyawan pria. “Tetapi dalam penerapannya masih belum menyeluruh”, katanya.

    Jaksa kemudian mengeluarkan pernyataan yang mendesak bagi warga asing untuk mematuhi hukum Kerajaan Arab Saudi dan menghormati nilai-nilai dan tradisinya.

    Baca: Perempuan Arab Saudi Suka Mobil Sport dan Hobi Ngebut

    Negara pengeskpor minyak terbesar di dunia ini mendorong sejumlah reformasi ekonomi dan sosial, termasuk mengakhiri larangan mengemudi bagi perempuan Arab Saudi dan membuka sektor baru bagi perempuan, dalam upaya untuk mengakhiri ketergantungan pada pendapatan minyak. Walaupun beberapa tradisi konservatif masih belum berubah.

    REUTERS | AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.