Putin Kirim Surat ke Kim Jong Un, Apa Isinya?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Russia Vladimir Putin. express.co.uk

    Presiden Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Russia Vladimir Putin. express.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Vladimir Putin telah mengirimkan surat undangan kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk berkunjung ke Rusia. Penasehat Kremlin,Yuri Ushakov hari Senin, 10 September 2018 mengatakan tentang surat undangan Putin kepada Kim Jong Un.

    Namun Ushakov tidak menjelaskan detil isi rencana pertemuan Putin dan Kim Jong Un jika nanti bertemu muka.

    Baca: Putin Sebut Kim Jong Un telah Menang Lawan Barat, Maksudnya?

    Adapun Sputnik melaporkan, Putin menulis telegram ucapan selamat kepada Kim Jong Un atas peringatan 70 tahun pendirian Korea Utara atau DPRK yang digelar pada hari Minggu, 9 September.

    "Semoga berkenan atas ucapan selamat dari hati saya yang tulus atas perayaan 70 tahun pendirian negara Korea Utara , dan saya mencatat kebahagiaan atas keramahan yang tulus dari hubungan yang ada antara Federasi Rusia dan Korea Utara," ujar pesan itu seperti dikutip dari Sputnik News, 9 September 2018.

    Baca: Putin Tahu Korea Utara Mau Luncurkan Nuklir Sejak 16 Tahun Lalu

    Perayaan itu  diramaikan dengan parade besar militer di Pyongyang. Juru bicara Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko mewakil Rusia dalam acara itu. Mativyenko menyampaikan pesan pribadi Putin kepada Kim Jong Un. Pemimpin Korea Utara itu memastikan keputusannya untuk berkunjung ke Rusia.

    Putin sudah lebih dulu menyatakan kesiapannya untuk mengadakan kerja sama ekonomi dengan Korea Utara. Diperkirakan Kim Jong Un akan berkunjung ke Rusia bertepatan dengan Forum Ekonomi Timur pada 11-13 September di Rusia.

    REUTERS | SPUTNIK NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.