Isu Kudeta, Venezuela Minta Rakyat Melawan Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, seorang perwira keamanan terluka menyusul serangan drone selama pidato oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Xinhua via AP]

    Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, seorang perwira keamanan terluka menyusul serangan drone selama pidato oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Xinhua via AP]

    "Upaya pembunuhan presiden yang dipimpin oleh Amerika Serikat berhasil digagalkan. Adakah yang meragukan?" ucap Cabello seperti dikutip Japan Times.Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang mata uang Venezuela baru Bolivar Soberano (Sovereign Bolivar) saat ia berbicara dalam pertemuan dengan para menteri di Istana Miraflores di Caracas, Venezuela 25 Juli 2018.[Istana Miraflores / Handout via REUTERS]

    Sejumlah pejabat Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengambil tindakan usai melakukan pertemuan dengan para pemimpin militer Venezuela sebagaimana dilaporkan The New York Times. Namun media ini tidak menyebutkan kaitan antara diskusi para pejabat tersebut dengan kasus ledakan bom.

    Di akun Twitter, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan, "Benar benar tidak bisa diterima dan dibenarkan pejabat pemerintahan Amerika Serikat terlibat dalam pertemuan guna melancarkan aksi kekerasan oleh kaum ekstrimis."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.