Pasukan Koalisi Suriah Gempur Idlib Pakai Bom Barrel

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Suriah menjatuhkan bom barrel ke sejumlah bangunan dan gedung di Darayya, Suriah, yang dikuasai pasukan pemberontak, pada 2014. Telegraph

    Militer Suriah menjatuhkan bom barrel ke sejumlah bangunan dan gedung di Darayya, Suriah, yang dikuasai pasukan pemberontak, pada 2014. Telegraph

    Jet Tempur Rusia

    Secara terpisah, pesawat tempur Rusia menembaki Kota Latamneh dan Kafr Zeita, yang terletak di sebelah utara Hama. Ini bagian dari operasi militer besar-besaran militer Suriah, yang didukung Rusia dan Iran, untuk menguasai Provinsi Idlib.

    Idlib merupakan satu-satunya wilayah luas yang masih dikuasai kelompok pemberontak anti Presiden Bashar al Assad dan teroris Jabhat al Nusra.

    Serangan terhadap Idlib mulai terjadi sebelum dan pasca KTT Tiga Negara yaitu Iran, Rusia dan Turki, yang membahas rencana gencatan senjata untuk Idlib. Ketiga negara gagal menyepakati gencatan senjata karena adanya faksi-faksi militan dan teroris yang tidak terikat dengan kesepakatan itu.

    Pemerintah Turki dan negara-negara Barat memperingatkan serangan pasukan koalisi Suriah itu bisa menimbulkan bencana kemanusiaan di Idlib, yang berbatasan dengan Turki. AS dan sekutu mengatakan akan melakukan tindakan militer jika militer Suriah mengunakan bom kimia saat menyerang Idlib.

    Baca:

    Jet Suriah Gempur Posisi Pemberontak di Idlib, 10 Tewas

    Sebaliknya, militer Rusia menuding kelompok militan tertentu menyiapkan serangan bom kimia di empat lokasi untuk disalahkan kepada militer Suriah dan memicu serangan rudal presisi dari militer AS dan sekutu, yang telah terjadi dua kali pada 2017 dan awal 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.