Senin, 24 September 2018

Miliarder di Inggris 'Ciptakan' Cucu dari Sperma Jasad Anaknya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry melihat sampel gonore dengan mikroskop dalam kunjungannya ke Klinik Kesehatan Seksual Burrell Street di London, Inggris, 14 Juli 2016. Chris Jackson/Getty Images

    Pangeran Harry melihat sampel gonore dengan mikroskop dalam kunjungannya ke Klinik Kesehatan Seksual Burrell Street di London, Inggris, 14 Juli 2016. Chris Jackson/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan miliarder asal Inggris 'menciptakan' cucu dengan menggunakan sperma anaknya yang sudah meninggal dunia. Identitas keluarga ini tidak dipublikasi

    Dilansir dari situs dailymail.co.uk pada Minggu, 9 September 2018, tindakan tidak biasa ini dilakukan ketika putra pasangan miliarder Inggris itu tewas empat tahun lalu, dalam sebuah kecelakaan motor. Dia meninggal dunia dalam usia 26 tahun dan belum menikah.

    Sebelum jasad putra mereka dikebumikan atau tak lama setelah kematian, pasangan miliarder itu mengambil dan membekukan sperma putra mereka, lalu mengirimnya ke Amerika Serikat. Pasangan miliarder yang berusia 50 tahun-an itu, berharap bisa mendapatkan cucu dari tindakan tak lazim ini.

    Baca: 5 Manfaat Menelan Sperma, Membantu Tidur Lebih Nyenyak

    Pasangan itu, memutuskan menggunakan teknik pemilihan gender dan memilih jenis kelamin laki-laki untuk cucu mereka. Untuk bisa lahir cucu yang diidam-idamkan dari sperma anaknya yang sudah meninggal dunia, mereka menggunakan donor telur dan menyewa rahim. Perempuan yang menjadi ibu pengganti diketahui seorang warga negara Amerika Serikat.

    Cara ini secara mengejutkan berhasil. Cucu yang diidamkan itu lahir, berjenis kelamin laki-laki dan sekarang sudah berusia 3 tahun. Mereka sekarang tinggal di Inggris.

    Baca: Ilmuwan Bikin Embrio Tanpa Gunakan Sel Telur atau Sperma

    Tindakan yang dilakukan pasangan tajir ini tak biasa dan mendobrak undang-undang Inggris yang sangat ketat. Kasus ini diyakini sebagai kasus pertama di Inggris dan telah memunculkan kritikan mengenai etika, khususnya soal status siapa yang harus menjadi orang tua anak tersebut.

    Sejumlah ahli bidang hukum mengkonfirmasi, mereka yang terlibat dalam kasus ini telah melakukan sebuah tindak kriminal. Siapa pun yang terlibat, harus diadili.

    Dokter yang terlibat dalam kasus ini, David Smotrich, mengakui ini memang kasus yang tidak biasa. Smotrich adalah dokter unggulan di Inggris untuk spesialisasi kesuburan.

    Smotrich mengatakan pasangan miliarder ini telah kehilangan seorang putra dalam sebuah kecelakaan paling tragis. Mereka sangat rindu ingin memiliki keturunan. Smotrich merasa suatu kehormatan bisa membantu pasangan itu, yang diketahui sangat kaya raya dan keluarga terpandang di Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep