Trump Gelar Perang Dagang, Surplus Ekspor Cina ke AS Malah Naik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan istrinya  Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden AS Donald Trump dan istrinya Melania mengunjungi Forbidden City didampingi Presiden Cina, Xi Jinping serta istrinya Peng Liyuan di Beijing, Cina, 8 November, 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.COBeijing --  Cina mengalami surplus perdagangan dengan Amerika Serikat pada Agustus 2018. Jumlah surplus ini meningkat dibandingkan sebelumnya meskipun pertumbuhan jumlah ekspor agak mengalami perlambatan.

    Data menunjukkan Cina mengalami surplus US$31,05 miliar atau sekitar Rp460 triliun pada Agustus dari sebesar sekitar US$28,08 miliar atau sekitar Rp416 triliun pada Juli.

     Baca: Perang Dagang Amerika Vs Cina Bakal Berlanjut, Dolar Menguat

     “Ini bisa mendorong Presiden Donald Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Beijing terkait sengketa dagang kedua negara,” begitu dilansir Reuters, Sabtu, 8 September 2018.

    Selama delapan bulan pertama tahun ini, jumlah surplus Cina terhadap mitra dagang terbesarnya telah naik 15 persen. Ini terjadi meskipun AS telah mengenakan kenaikan tarif atas impor sekitar US$50 miliar atau sekitar Rp741 triliun sejak Juli 2018.

    Baca: Perang Dagang Amerika Vs Cina Berlanjut, Harga Mulai Naik

     “Ini masih dampak dari ekspor yang dipercepat sebelumnya tapi alasan utama ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi AS yang kuat,” kata Zhang Yi, ekonom di Zhonghai Shengrong Capital Management.

    Sebaliknya, impor Cina dari AS hanya bertambah 2,7 persen pada Agustus 2018 atau turun drastis dari 11,1 persen pada Juli 2018.

     Soal ini, Trump mengatakan  pemerintahannya bisa saja menaikkan tarif untuk impor sekitar US$200 miliar atau sekitar Rp3000 triliun dalam beberapa hari ini. Dia juga bakal menyiapkan tarif untuk impor US$267 miliar atau sekitar Rp4 ribu triliun.

     Video: Produksi Rokok Elektrik Cina Tidak Terpengaruh Tarif AS

     Kenaikan surplus ini terjadi karena para eksportir Cina mempercepat pengiriman barang ke AS untuk mendului keaikant tarif. Cina juga mulai mendiversifikasi ekspor seperti baja ke beberapa negara selain AS. (*)

    Lihat juga video: Baru Usia 27 Tahun, Anak Ini Jadi Miliarder Gara-gara Menulis di Facebook



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.