Selasa, 25 September 2018

Donald Trump Sebut Pidato Obama Bikin Tidur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden terpilih Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Barack Obama jelang memberikan pidatonya di hadapan warga dalam pelantikan dirinya menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-45 di Washington, AS, 20 Januari 2017. REUTERS

    Presiden terpilih Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Barack Obama jelang memberikan pidatonya di hadapan warga dalam pelantikan dirinya menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-45 di Washington, AS, 20 Januari 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tertidur ketika menonton pidato yang disampaikan mantan Presiden Barack Obama kepada para mahasiswa di Illinois.

    "Saya minta maaf saya menontonnya, tetapi saya tertidur," kata Trump dalam pidatonya di North Dakota, mengklaim pendahulunya "sangat baik" karena mampu membuat orang tertidur, seperti dilaporkan Business Insider, 8 September 2018.

    Baca: Obama Sebut Tidak Terlibat Skandal, Sindir Trump?

    Presiden Donald Trump mengejek pendahulunya pada Jumat 7 September ketika Obama berpidato tentang Trump. Donald Trump mengatakan dalam pidatonya kepada para pendukung di Fargo, North Dakota, ketika seorang reporter menanyakan apakah dia menonton pidato Obama di Illinois, ketika Barack Obama dalam pidatonya memanggil Trump "penindas" dan mengecamnya karena meninggalkan kejujuran dan kesopanan dan keabsahan di Gedung Putih.

    "Maaf, saya menontonnya tetapi saya tertidur," jawab Trump, seperti dikutip dailymail.co.uk, disusul tawa para pendukungnya.

    Setelah tawa mereda, Trump menambahkan, "Saya anggap dia sangat bagus, sangat baik untuk membuat tidur."

    Presiden AS, Barack Obama berbincang dengan presiden terpilih Donald Trump di Gedung Putih, Washington, AS, 10 November 2016. REUTERS/Kevin Lamarque

    Kemunculan kembali Obama adalah langkah pertamanya kembali ke dalam pusaran politik Amerika Serikat sejak ia selesai menjabat presiden, mengisyaratkan ia berniat untuk berkampanye untuk Demokrat di DPR dan pemilihan Senat.

    Baca: Eks Penasihat Donald Trump Dipenjara, Bohong kepada FBI

    Trump mengatakan jika Kongres yang dikuasai Demokrat telah menemani dua tahun pertamanya di Gedung Putih sebagai presiden, maka ekonomi Amerika akan mengalami kemerosotan.

    Penolakan Obama terhadap Donald Trump dengan mencapnya sebagai "pelaku intimidasi" yang mendistorsi aturan hukum dan menyerukan para pemilih untuk mengamankan etika "kesopanan" dalam pemerintahan.

    Berbicara di negara bagiannya di Illinois, Obama menyebut Donald Trump sebagai '"gejala" masalah sosial di mana kekuatannya untuk memanfaatkan "kebencian".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.