Rabu, 26 September 2018

Inflasi Filipina Tertinggi se-ASEAN, Duterte Salahkan Trump

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Donald Trump saat mendengarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN  di Manila, Filipina, 12 November 2017. .REUTERS/Jonathan Ernst

    Ekspresi Presiden Donald Trump saat mendengarkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN di Manila, Filipina, 12 November 2017. .REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyalahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, atas inflasi Filipina tertinggi se-ASEAN dan yang tertinggi yang pernah melanda Filipina selama sembilan tahun terakhir.

    Klaim ini adalah pernyataan Duterte yang tak terduga, satu-satunya kritikus Amerika Serikat tetapi mendukung Trump setelah menjabat presiden AS pada November 2016.

    Baca: Dulu Puji Adolf Hitler, Di Israel Duterte Kecam Hitler

    Ketika ditanya tentang inflasi 6,4 persen pada Agustus, tertinggi sembilan tahun yang melampaui perkiraan sebagian besar analis, Duterte menyalahkan kebijakan ekonomi Donald Trump.

    "Siapa yang memulainya? Amerika. Ketika Amerika menaikkan tarifnya, semua orang juga menaikkannya. Begitulah. Tidak ada yang bisa kita lakukan," kata Duterte seperti dilaporkan Dailymail.co.uk, 8 September 2018.

    Baca: Duterte Mau Filipina Hanya Beli Senjata dari Israel, Kenapa?

    "Karena Amerika ... Trump menginginkannya. Bahkan pajak seperti pajak cukai, mereka naikkan. Bahkan tarif impor," kata Duterte.

    Rodrigo Durterte kemudian mengklarifikasi bahwa dia tidak marah pada Trump dan mengatakan, "Saya akan berbicara dengan teman saya, Trump".

    Presiden Donald Trump bersulang dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dalam acara makan malam memperingati Ulang Tahun ke-50 ASEAN di Manila, Filipina, 12 November 2017. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Duterte, yang sebelumnya mengakui dia tidak berpengalaman dalam ekonomi, tidak merinci bagaimana kebijakan ekonomi AS dapat mempengaruhi inflasi di Filipina.

    Dilansir dari Rappler, infalsi Filipina tidak hanya yang tertinggi dalam 9,4 tahun terakhir, namun juga melampaui perkiraan angka pemerintah sebesar 6,2 persen, dan jauh di atas target atas pemerintah 4 persen untuk 2018.

    Baca: Angka Pemerkosaan Tinggi, Duterte Salahkan Kecantikan Perempuan

    Data juga menunjukkan inflasi Filipina adalah tertinggi di seluruh ASEAN. Tingkat inflasi Vietnam per Juli hanya sebesar 4,5 persen, Indonesia 3,2 persen, Thailand 1,5 persen, Malaysia 0,9 persen, dan Singapura 0,6 persen.

    Pada Kamis, 6 September, inflasi menyebabkan Peso Filipina mencapai titik terendah 13 tahun terakhir terhadap Dolar AS mencapai 53,8 Peso Filipina per US$ 1.

    Duterte, yang mulai menjabat pada pertengahan tahun 2016, sebelumnya telah dikritik oleh para pejabat AS karena perang berdarah pada narkoba yang menurut pemerintahannya sendiri telah menyebabkan setidaknya 4.410 tersangka tewas.

    Baca: Batalkan Amnesti, Duterte Perintahkan Penangkapan Senat Oposisi

    Kelompok hak asasi manusia menuduh bahwa jumlah korban tewas sebenarnya tiga kali lebih tinggi tetapi Trump telah mengesampingkan tuduhan itu dan tetap memiliki hubungan baik dengan Duterte.

    Selain menyalahkan Trump, Duterte juga menuduh bahwa lonjakan inflasi dan kenaikan harga pangan sedang digunakan oposisi untuk melawannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.