Militer Rusia Uji Coba Robocops, Ini Kehebatannya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robocops Rusia [TASS]

    Robocops Rusia [TASS]

    TEMPO.CO, JakartaMiliter Rusia telah menguji exoskeleton baru untuk mengubah tentaranya menjadi Robocops yang mampu menembakkan senapan mesin dengan satu tangan dan berlari lebih cepat dengan membawa senjata berat.

    TsNiiTouchMash, yang merupakan bagian dari perusahaan negara Rusia Rostec, sedang mengembangkan exoskeletons serat karbon ringan yang diresmikan pada acara Army 2018 di dekat Moskow.

    Baca: Kirim Kapal Perang ke Suriah, Ini Kemampuan Kapal Frigat Rusia

    Teknologi ini telah digunakan dalam operasi militer di Suriah dan oleh unit khusus Kementerian Pertahanan dan Urusan Internal Rusia.

    Perancang utama baju zirah ini, Oleg Faustov mengatakan bahwa saat menguji, mampu menembak dari senapan mesin hanya dengan satu tangan dan mencapai target secara akurat.

    “Dilengkapi helm dengan sistem yang bertujuan menghitung jarak ke target sambil menampilkan kecepatan angin dan suhu udara," kata Faustov kepada Telegraph.

    Baca: Antisipasi Serangan AS, Rusia Gelar Militer di Laut Mediterania

    Dibuat dari titanium, exoskeleton dirancang untuk meningkatkan kekuatan dan stamina, sementara lapisan pelindung tubuh melindungi pemakainya dari setiap peluru yang masuk dan pecahan peluru.

    Kerangka itu pas dengan fostur tubuh tentara dan diamankan di pinggang, ransel yang dapat diisi hingga 110 pon (50 kg). Hal ini menjadikan militer Rusia  semakin terfokus pada potensi Al dan Robotika dalam beberapa tahun terakhir.

    Dilansir dari Rusia Today, pada 2016, Letnan Jenderal Andrey Grigoriev, Kepala Advanced Research Foundation Military Rusia mengatakan perang di masa depan akan ditentukan oleh sistem tempur tanpa awak. “Hari-hari tentara konvensional di medan perang akan segera dihitung,” katanya.

    Baca: Militer Rusia dan Turki Tegang Soal Suriah, Putin Turun Tangan

    Prototipe exoskeleton saat ini menghadapi tantangan besar, yakni tidak adanya ruang untuk menyimpan sumber listrik lokal. Ini berarti baju zirah ini hanya bisa dipakai dan digunakan untuk waktu yang terbatas.

    Perusahaan mengklaim akan terus meningkatkan desain Robocops sebelum diperkenalkan militer Rusia di medan perang pada 2025.

    DAILY MAIL | TELEGRAPH | AQIB SOFWANDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.